Pulkam, Emil Suplai APD ke Posko Penanganan Covid-19

  • Whatsapp
Emil pulkam bawa oleh oleh APD, bantu Trenggalek entaskan dari zona merah.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- TRENGGALEK– Mewakili Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan alat pelindung diri (APD) kepada Tim Penanganan Covid di Posko, Pendopo Trenggalek, Sabtu (23/1/2021) pagi.

Baca Juga

Tak hanya baju APD hazmat sebanyak 50 pcs, juga ditambah hand sanitizer (20 liter), masker (5.000 pcs), hand sprayer otomatis (2 unit), disinfektan (5 pack), dan rapid antigen (200 test).

Bantuan ini diterima Sekdakab Trenggalek Joko Irianto selaku Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Lelaki yang pernah mimpin Trenggalek ini berharap bantuan sangat menunjang penanganan pasien Covid-19 di Trenggalek.

“Ini pulang kampung sekalian mengantarkan bantuan dari Ibu Gubernur. Mudah-mudahan ini bisa membantu upaya untuk menangani persoalan Covid-19 di Kabupaten Trenggalek,” ujarnya.

Sebelumnya dia kaget karena diinformasi Pusat, bahwa Trenggalek masuk pada zona merah. Melihat itu, Emil mengajak seluruh elemen di Trenggalek turun tangan.

“Saya mendengar Trenggalek masuk zona merah. Kaget juga ya. Dan Alhamdulillah, Ibu Gubernur memberikan dukungan alat-alat yang sudah diinvestasir oleh Sekda Trenggalek,” imbuhnya.

Meskipun bantuan jauh dari memadai, tetapi Emil – yang warga Kota Turonggo Yakso itu – berharap bisa membantu penanganan Covid.

“Mudah-mudahan bisa ikut membantu menangani masalah ini,” harap Emil.

Emil berharap agar lokasi-lokasi yang menimbulkan kerumunan seperti cafe-cafe bisa dibatasi aktivitasnya, agar Trenggalek segera keluar dari zona merah.

“Kami tanyakan di Kecamatan Watulimo banyak cafe-cafe dan harua dibatasi aktivitas malamnya,” pintanya.

Katanya, pembatasan bukan melarang usaha namun batasan jam operasionalnya.

“Yang kita hindari ini mudharat nya cangkrukan malam. Khawatir cangkrukan malam itu banyak mudharat nya dalam penyebaran Covid-19,” jelasnya.

“Kami kembalikan kepada Pemkab itu bisa jam delapan malam. Dan setelah itu bisa take away,” terangnya.

Meski begitu, melalui cara take away pun harus hati-hati. Karena cara tersebut juga memunculkan kerumunan untuk menunggu.

“Judulnya take away tapi nunggu-nunggu juga. Ini yang perlu perhatian. Nah ini memang butuh kerjasama semua pihak,” pungkasnya.(ima/aka)