PTM Bakal Dimulai Bulan Juli, Asalkan Tenaga Pendidik Disuntik Vaksin

  • Whatsapp
Program vaksinasi kepada tenaga pendidik masih menjangkau sekitar 400 guru. Totalnya ada sebanyak 4000 guru yang terdaftar sebagai penerima vaksin.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Batu diperkirakan akan digelar pada awal tahun ajaran baru di bulan Juli. Itu mengacu pada SKB 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih menjelaskan Pemerintah Pusat mengumumkan bahwa institusi pendidikan dan sekolah bisa melakukan pembelajaran tatap muka secara terbatas pada tahun ajaran baru mendatang, yang dimulai Juli 2021.

Namun sebelum melangkah, Dinas Pendidikan Kota Batu akan memastikan para guru telah mengikuti vaksinasi Covid-19. “Aktivitas PTM secara terbatas akan dilakukan, setelah pemerintah menyelesaikan vaksinasi terhadap pendidik dan tenaga pendidikan,” kata Eny.

Sampai saat ini ada sekitar 300-400 guru ikut vaksinasi dari total sekitar 4000 guru di Kota Batu. Seluruh guru bakal mengikuti vaksinasi secara bergantian hingga Juni. Mengacu sesuai dengan vaksin yang datang.

Pihaknya tak serta merta melaksanakan serentak pada bulan Juli. Ia menerangkan, untuk Kota Batu sendiri sudah siap untuk teknisnya. Pasalnya dalam pembelajaran tatap muka di tengah pandemi telah dibuatkan Perwali Kota Batu Nomor 6 tahun 2021 tentang pembelajaran tatap muka tahun 2020/2021 di masa pendemi Covid-19.

“Karena saat ini masih penerapan PPKM Mikro, semuanya masih dilakukan secara daring. Kecuali di SLB dan beberapa SMA dan SMK di Kota Batu. Inipun tidak semuanya,” beber mantan Kepala Bappeda Kota Batu ini.

Sesuai Perwali Kota Batu Nomor 6 tahun 2021. Untuk teknis kegiatan pembelajaran tatap muka akan dimulai dari jenjang pendidikan tertinggi dulu yakni SMP kelas IX. Kemudian jika efektif selama dua minggu dilanjutkan jenjang dibawahnya sampai seterusnya ke tingkat SD dan TK.

Namun sebelum dilakukan tatap muka sekolah juga harus mengirimkan proposal kesiapan tentang sarpras dalam protokol kesehatan. Seperti thermo gun, tempat cuci tangan, masker dan tanda jaga jarak. Hampir seluruh sekolah telah menyiapkan segala kebutuhan tersebut.

Banyak Sekolah Yang Mengajukan Proposal Untuk Pembelajaran Tatap Muka

Pelaksanaan PTM tampaknya ditunggu-tungu setelah sekian lama pembelajaran dilakukan secara daring. Antusias melakukan PTM ditunjukkan dengan banyaknya sekolah yang sudah mengajukan proposal untuk pembelajaran tatap muka.

Sekretaris PGRI Kota Batu Budi Prasetyo mengatakan, pengajuan itu wajib bagi sekolah yang akan melaksanakan PTM. Nantinya akan ada tim yang melakukan penilaian terkait kelayakan pelaksanaan PTM di masa pandemi.

“Nanti akan ada tim monitoring ke sekolah untuk menilai apakah sudah layak tatap muka. Kemudian Pemkot melalui Dinas Pendidikan memberi surat izin kepada sekolah untuk pembelajaran tatap muka,” ujar dia.

Bahkan sebelumnya, diungkap oleh Sekretaris PGRI Kota Batu ini bahwa seluruh wali murid di sekolahnya telah membuat surat pernyataan wali murid setuju untuk melaksanakan tatap muka atau tidak.

“Dari situ kita rekap. Hampir 90 persen lebih wali murid setuju untuk tatap muka. Kami juga telah merencanakan pembelajaran terpadu. Nantinya antara pembelajaran jarak jauh akan lebih dominan dengan ditunjang pembelajaran tatap muka,” bebernya.

Kedepannya untuk jenjang SMP/MTs sekolah yang akan menjadi ploting uji coba adalah SMPN 1, 2 dan 3. Untuk jenjang SMA sederajat, saat ini ada SMKN 2 Kota Batu yang sudah PTM. Kemudian yang tengah mempersiapkan adalah SMKN 1 dan 3 Kota Batu.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, dr. Susana Indahwati untuk vaksinasi bagi guru sudah terealisasi 365 orang. Meliputi guru TPA : 90, PAUD / TK : 100, SMA : 80, SLB : 45, SD : 25, dan SMP : 25 orang.

“Untuk guru sudah 365 orang yang divaksik. Nanti akan dilakukan berkelanjutan dan masih menunggu pengiriman vaksin dari pemerintah pusat karena stok vaksin habis,” ungkap dia. (wok/aka)