PT Garam Kalianget Tak Penuhi Panggilan Klarifikasi Penyidik

  • Whatsapp
gedung PT Garam
Gedung PT Garam (Persero). (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Direktur Utama PT Garam (Persero) Kalianget Sumenep Madura Jawa Timur tak penuhi panggilan klarifikasi penyidik kepolisian tanpa alasan yang jelas.

Pemanggilan tersebut berdasarkan surat bernomor B/97/RES.3.2/II/2021/Satreskrim tertanggal 18 Februari 2021 lalu. Dalam surat itu tertulis sehubungan dengan kepentingan penyelidikan atas dugaan kasus tindak pidana korupsi Pengadaan Lahan.

Baca Juga

BACA JUGA: DPRD Sumenep Menyayangkan Larangan PT Garam Terhadap Rencana Pembangunan Wisata Bahari Pelra

Korp Bhayangkara meminta dua hal kepada perusahaan plat merah tersebut. Pertama, meminta foto kopi yang dilegalisir oleh Direktur PT. Garam (Persero) Kalianget tentang proses pengerjaan pengembangan lahan pertanian.

Kemudian, mengundang Budi Sasongko selaku Direktur Utama PT Garam (Persero) Kalianget ketika proses proyek tersebut dilaksanakan untuk diklarifikasi dan diambil keterangan.

“Sudah dipanggil kemarin sama penyidik. Bukan direksi yang menghadiri, cuman karyawan saja mewakili,” ungkap Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Dhany Rahadian Basuki, saat dikonfirmasi, Sabtu 27 Februari 2021.

Menurut Dhany, dalam proses penyelidikan hukum tindak pidana korupsi berbeda dengan hukum umum. Sebab, selain mengumpulkan bahan, keterangan dan saksi, potensi kerugian keuangan negara juga diperhitungkan.

“Memang kasus Pidkor lidiknya lama sekali itu. Sampai terbukti ada potensi kerugian negara baru nanti naik ke Lidik,” jelasnya.

Humas PT Garam (Persero) Kalianget, Miftahol Arifin membenarkan soal permintaan pihak penyidik kepolisian. Namun, dia tidak bisa memberikan keterangan lebih jauh perihal kasus tersebut.

“Iya memang sudah dipanggil yang hadir karyawan kayaknya. Mohon maaf ya, saya tidak bisa memberikan informasi lebih,” ucapnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya.

Diketahui, dugaan kasus tindak pidana korupsi Pengadaan Lahan Pegaraman IV Gersik Putih ini terus menggelinding di kepoIisian.

Mencuatnya kasus tersebut, setelah dilaporkan ke Polres Sumenep oleh Lembaga Independen Pengawas Korupsi (LIPK), pada bulan Oktober 2020 lalu.

“Itu sudah kami laporkan. Karena ada dugaan potensi kerugian negara di sini,” kata Ketua DPC LIPK Sumenep, Syaifiddin.

“Yang jelas akan tetap kami kawal sampai tuntas. Soalnya banyak keanehan yang kami temui saat investigasi ke lapangan. Makanya kami berharap kasus ini segera naik ke tahap penyidikan,” timpalnya.

BACA JUGA: PT Garam Diminta Lebih Maksimal dan Optimal Serap Garam Rakyat

Sekedar informasi, pada tahun 2019, PT Garam (Persero) Kalianget melaksanakan kegiatan proyek Pengembangan Lahan Pegaraman IV Gersik Putih dengan anggaran sebesar Rp 16.295.000.000.

Masa pengerjaan proyek ini selama 180 hari kalender sampai tanggal 6 Desember 2019 lau. Namun, hingga batas waktu berakhir, pekerjaan ini tak kunjung selesai hingga diberikan batas waktu perpanjangan atau adindum. (nam/lna)