Protes Kerusakan Lingkungan, Gedung DPRD Tulungagung Dilempari Telur

  • Whatsapp
Aksi mahasiswa di depan gedung DPRD Tulungagung. (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TULUNGAGUNG – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Arus Bawah Masyarakat Tulungagung menggelar aksi orasi dari depan Mapolres Tulungagung di jalan Ahmad Yani Timur, hingga ke depan Kantor DPRD Tulungagung di Jalan RA Kartini, Senin (27/07) siang.

Dihadapan Mapolres Tulungagung, mereka mengeluhkan kerusakan alam di bantaran sungai brantas terutama di wilayah kecamatan Ngunut akibat kegiatan penambangan pasir yang dilakukan terus menerus.

"
"

Baca Juga

"
"

Tidak hanya itu saja, mereka juga menyuarakan adanya intimidasi kepada penggiat maupun warga yang peduli dengan lingkungan, oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan alam di Tulungagung.

Sebelum meninggalkan Mapolres Tulungagung, peserta orasi meninggalkan sebatang pohon pisang sebagai simbol dari kerusakan alam yang disebabkan oleh penambangan ilegal.

BACA JUGA: Tolak RUU Omnibus Law, Aliansi Mahasiswa Serbu Kantor DPRD Kota Blitar

Korlap aksi ini, Wicaksono mengatakan, pohon pisang biasanya disimbolkan sebagai pohon yang ditanam di jalan berlubang akibat dijadikan akses penambangan liar yang ada. Oleh sebab itu pohon pisang ditinggalkan di Mapolres Tulungagung sebagai pengingat agar Polisi segera menindak pelaku perusakan lingkungan.

“Kita telah menerima laporan kerusakan 2 buah rumah di Ngunut akibat penambangan liar, belum lagi jalan jalan yang rusak karena dilewati truk dengan isi pasir dan tambang lainnya,” ujarnya.

Orasi dilanjutkan ke Kantor DPRD Tulungagung, Wicaksono menjelaskan, aksi di depan kantor DPRD dilakukan karena pihaknya sudah mengirimkan surat kepada anggota DPRD untuk audiensi sejak 3 minggu yang lalu, namun tak kunjung ada respons.

“Kami sudah mengirimkan surat permohonan audiensi kepada DPRD namun tidak ada respons dari anggota dewan. Ini bentuk kekecewaan kami,” tegasnya.

Seperti tuntutan yang disampaikan kepada Polisi, peserta orasi meminta DPRD membuat aturan yang melindungi alam dan bukan sebaliknya.

Kekecewaan atas tidak adanya respons dari anggota dewan ini berujung aksi lempar telur oleh pelaku orasi ke gedung DPRD Tulungagung.

“Jika di Polres kita tinggalkan pohon pisang, di DPRD kita beri oleh-oleh lemparan telur tadi,” pungkasnya.

Wicaksono menambahkan, aksi hari ini merupakan aksi awal. Dirinya menjanjikan bakal ada aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak, jika tidak ada respons dari pemerintah. (fim/lna)

Post Terkait

banner 468x60