Projo Yakin MK Mentahkan Gugatan Yusuf-Riza di Pilbup Banyuwangi

  • Whatsapp
Ketua Projo Banyuwangi Rudi Latief (kanan) saat menemani Ipuk Fiestiandani Azwar Anas saat masa kampanye Pilbup Banyuwangi 2020
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Ketua Pro Jokowi (Projo) Banyuwangi Rudi Latief berkeyakinan bahwa gugatan yang dilayangkan pasangan Yusuf Widyatmoko-Muhammad Riza Aziziy atas hasil Pilbup Banyuwangi bakal ditolak oleh Mahkamah Konstitusi (MK). 

“Kami yakin MK akan mementahkan gugatan pasangan 01 (Yusuf-Riza), karena tuduhan-tuduhannya tidak mendasar,” kata Rudi Latief, Senin 25 Januari 2021.

Baca Juga

BACA JUGA: Edarkan Narkotika ke Rekan Kerja, Dua Pemuda Diringkus

Projo diketahui merupakan salah satu kelompok pendukung Ipuk-Sugirah yang menjadi rival Yusuf-Riza. Projo menilai banyak tuduhan dari kubu paslon 01 tersebut yang tidak mendasar. 

Seperti tuduhan menggunakan program Pemkab Banyuwangi untuk pemenangan Ipuk-Sugirah. Misalnya, tuduhan pembangunan jalan atau pavingisasi yang oleh kubu Yusuf-Riza dinilai untuk menggalang dukungan pada Ipuk-Sugirah. Tuduhan itu masuk dalam gugatan yang dilayangkan kubu Yusuf-Riza ke MK. 

“Kalau membangun jalan disebut sebagai mobilisasi program Pemkab Banyuwangi, ya keliru. Kalau toh membangun jalan atau paving, ya itu memang sudah ada dalam program pembangunan pemerintah, sudah masuk APBD. Masak gara-gara Pilkada, kemudian pembangunan jalan dihentikan? Kalau pembangunan jalan dihentikan, yang rugi ya masyarakat,” jelasnya. 

Apalagi, lanjut Rudi, pembangunan jalan atau pavingisasi ini kan juga instrumen pemulihan ekonomi di masa pandemi karena bisa membuka lapangan kerja,” kata aktivis berkaca mata ini. 

Rudi mengatakan, pembangunan jalan adalah program berkelanjutan setiap pemda se-Indonesia. ”Tiap tahun di seluruh Indonesia ini, semua pemkab, pemkot, pemprov selalu bangun jalan dan bikin pavingisasi. Masak bangun jalan 2017, 2018, 2019 enggak dipermasalahkan, baru tahun 2020 dipermasalahkan?” ujarnya.

Bahkan, Rudi mengatakan, sebaliknya dampak pembangunan jalan justru memberikan kesan positif kepada Yusuf Widiyatmoko yang merupakan Wakil Bupati Banyuwangi petahana.  

“Misalnya Pemkab membangun jalan atau paving di desa A, kan otomatis Pak Yusuf sebagai wakil bupati petahana yang juga terdampak positif,” jelas Rudi. 

Selain pembangunan jalan, kubu Yusuf-Riza juga memasukkan gugatan pada MK terkait penyaluran insentif guru ngaji oleh Pemkab Banyuwangi. 

”Insentif guru ngaji kan sudah masuk dalam APBD Banyuwangi. Masak gara-gara Pilkada, kemudian tidak dicairkan? Dan itu forum terbuka lho, jelas bahwa insentif guru ngaji itu dari Pemkab Banyuwangi yang di dalamnya ada Bupati Anas dan Wabup Yusuf. Coba dicek itu berkas pencairan insentif guru ngaji, kan logo Pemkab, bukan logo paslon tertentu,” jelasnya.

BACA JUGA: Bupati Majene Terpilih Fokus Program Percepatan Pemulihan Pasca Gempanoktahmerah.com

Itulah yang membuat Rudi yakin gugatan Yusuf-Riza tidak akan dikabulkan MK. “Saya yakin MK akan mentahkan gugatan itu, karena tidak memiliki dasar yang kuat,” tambahnya.

Seperti diketahui, MK bakal menggelar sidang pendahuluan atas gugatan PHP Pilbup Banyuwangj pada tanggal 26 Januari besok. Selain Banyuwangi, ada dua Kanupaten/Kota di Jawa Timur yang juga akan menjalani sidang, yakni Kabupaten Lamongan dan Kota Surabaya. (ozi/kal)