PPKM Diperpanjang, TNI-Polri Siap Lakukan Pengawalan

  • Whatsapp
ppkm malang
Ilustrasi operasi yustisi. (Amanda/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Pemerintah pusat berencana memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah Jawa-Bali, termasuk Kota Malang. Sebab, penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 cenderung tidak terkendali.

“Pada prinsipnya, TNI-Polri siap jika pemerintah pusat memperpanjang PPKM,” terang Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Baca Juga

Leo menjelaskan, pihaknya akan membantu tugas pemerintah daerah, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk konsisten menggelar Operasi Yustisi dan tim Covid Hunter.

BACA JUGA: PPKM Sebagian Jawa-Bali Diperpanjang Dua Pekan

“Tim Covid Hunter yang akan membawa pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri menuju RS Lapangan Ijen Boulevard atau Safe House di Jalan Kawi,” papar dia.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami akan meminta tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kampung Tangguh Semeru agar patuh pada 3M,” kata Leo.

Sebab, selama pelaksanaan PPKM, masih banyak masyarakat yang melanggar. “Ada beberapa kafe yang terpaksa harus ditutup. Ini menandai bahwa masyarakat belum menyadari pentingnya disiplin protokol kesehatan,” pungkas dia.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Kota Malang, sejak 17 Januari hingga 20 Januari 2021, terjadi penambahan kasus konfirm positif Covid-19 sebanyak 202 kasus. Sehingga, saat ini, jumlahnya menjadi 4.799 kasus. Padahal, pada tanggal tersebut, jadwal PPKM masih berjalan.

Peningkatan angka kasus pasien terkonfirmasi positif covid-19 tersebut disinyalir menjadi pertimbangan pemerintah pusat untuk memperpanjang jadwal PPKM. Dari yang semula hingga 25 Januari 2021, diperpanjang 14 hari berikutnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu rumah sakit rujukan, yakni Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang sudah menambah kapasitas bed isolasi menjadi 200 bed. Namun, saat inu kapasitasnya terisi 90 persen.

BACA JUGA: Pasca Libur Nataru Kasus Covid-19 Bertambah, Kapasitas RS Capai 90 Persen

Direktur RSSA, dr. Kohar Hari Santoso mengungkapkan, penambahan bed isolasi bukanlah menjadi satu-satunya solusi penanganan kasus covid-19. Hal yang terpenting adalah upaya preventif di tengah masyarakat agar mata rantai penyebaran virus ini bisa ditekan.

“Dalam menghadapi Covid-19 ini tidak cukup hanya dengan menambah bed rumah sakit. Bagi pasien yang sudah terlanjur sakit ya harus ditangani, tetapi yang terpenting pencegahan promotif dan prenventif,” kata dia.

Untuk itu, dia berharap, masyarakat bisa disiplin menerapkan protokol kesehatan mulai dari menjaga jarak, mencuci tangan, dan memakai masker. Selain itu, juga menjaga imunitas tubuh.

“Kami terus berupaya melakukan sosialisasi agar masyarakat menjaga imunitas tubuh,” imbuh dia.(nda/lna)