Ponpes Al Fatah Temboro Magetan Diisolasi, Ada Jamaah Tabligh 12 Negara

  • Whatsapp
BERSIAP: Satgas COVID-19 bersiap melakukan rapid test di Ponpes Al Fatah Temboro Magetan siang (21/4/2020) ini.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-SURABAYA-Ponpes Al Fatah Temboro Magetan langsung diisolasi oleh Bupati Magetan, Dr. Drs Suprawoto, SH, M.Si. Yang diisolasi Kawasan Ponpes dan hunian 120 rumah warga di sekitarnya. Kebijakan ini pasca dinyatakan sebanyak 43 santri Ponpes tersebut, yang dipulangkan ke Malaysia positif COVID-19.

Tim Gugus Tugas Kabupaten juga melacak atau tracing terhadap salah satu pasien COVID-19 yang juga pengajar di Ponpes Al Fatah. Dia ditracing pernah berinteraksi dengan siapa saja, sebagai klaster baru selain pertemuan Bogor.

Baca Juga

Ada 26 santri yang biasa belajar di rumah pasien langsung ditracing. Bahkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menugaskan tim tracing Provinsi dengan amunisi 1.000 unit Rapid Diagnostic Test (RDT).

Sebelumnya Gubernur Khofifah, berdialog dengan Bupati Magetan, Suprawoto melalui video conference. Menanyakan ikhwal muasal kejadian klaster baru Temboro ini.

Ponpes Al Fatah Temboro MIliki 22 Ribu Santri

Bupati Suprawoto, mengaku juga heran terhadap klaster baru, Ponpes Al Fatah, Temboro, karena 1 dari 10 pasien positif COVID-19 di Magetan, 9 orang yang klaster pertemuan Bogor.

Dia curiga ada klaster baru. Karena satu pasien ini, tidak pernah jalan ke mana mana. Apalagi ke Bogor. Dia hanya di Ponpes dan rumah saja dekat Pondok.

“Klaster dia terjangkit dari mana masih dilacak,” ujar Suprawoto kepada nusadaily.com.

Dia menjelaskan 22.000 santri Ponpes Al Fatah Temboro, terdapat jamaah tabligh dari 12 negara. Yang terbanyak santri dari Malaysia, 400 orang.

Sejak pemulangan dipercepat, terdeteksi 43 santri asal Malaysia, positif COVID-19 sesuai yang dilansir Antara, Kuala Lumpur Malaysia. Di sini terungkap tidak ada rapid test saat pemulangan. Alasannya rapid test terbatas, dan standart pemeriksaan kesehatan biasa yang dilakukan.

Ada 227 santri asal Malaysia, yang masih tinggal di Ponpes hingga kini. Rencananya RDT akan dilakukan kepada 120 KK sekitar Pondok, dan penghuni pondok sebanyak 1.000 unit.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan sudah mengetahui kronologi penjelasan bahwa pemulangan santri ke Malaysia sudah ada pemeriksaan kesehatan.

“Pak Bupati, saya sudah menugaskan Pak Dokter Kohar ke Magetan, malam ini datang , jam 20.00 WIB membawa paket rapid test sebanyak 1.000 unit. Ditambah masker, paket vitamin c dan hand sanitizer sesuai yang Pak Bupati ajukan,” ujar Gubernur Khofifah dilansir induk imperiumdaily.com ini..(ima)

Post Terkait

banner 468x60