Polrestabes Surabaya Gagalkan Peredaran Sabu-Sabu Seberat 8,3 Kilogram

  • Whatsapp
di
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Aparat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya menggagalkan peredaran narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (narkoba) jenis sabu-sabu seberat 8,3 kilogram.

Wakil Kepala Polrestabes Surabaya Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hartoyo menyebutkan total barang bukti sabu-sabu tersebut disita dari dua orang kurir yang mendapat perintah membawa atau mengedarkan dari pengedar yang sedang menjalani masa hukuman di lembaga pemasyarakatan (lapas) wilayah Jawa Timur.

Baca Juga

BACA JUGA: Polrestabes Surabaya Bekuk Dua warga Bali Penukar Dolar AS Palsu – Nusadaily.com

“Kedua kurir ini mendapat perintah untuk membawa narkoba sabu-sabu, masing-masing dari Surabaya menuju ke Jakarta, satunya lagi dari Bogor menuju ke Surabaya,” ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Senin.

Kurir yang diringkus masing-masing bernama Yunari, warga Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta.

BACA JUGA: Surabaya Siap Gelar Kongres HMI XXXI, Jangan Adu Konflik dan Uang di Era Pandemi – Noktahmerah.com

Perempuan berusia 44 tahun itu dibekuk polisi di Jalan Tol Ungaran, Jawa Tengah, dengan barang bukti sebanyak 5,3 kilogram sabu-sabu serta 400 butir pil happy five, yang hendak dibawanya menggunakan mobil dari Surabaya menuju Jakarta.

Seorang kurir lainnya bernama Sandra Setiawan, warga Dusun Lesses, Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang membawa 3 kilogram sabu-sabu melalui jalur darat menggunakan mobil dari Bogor, Jawa Barat, menuju Surabaya.

Penghadangan Terhadap Mobil

Menurut AKBP Hartoyo, tim Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya sebenarnya telah menghadang mobil yang dikendarai Sandra saat memasuki Tol Kalikangkung, Semarang. Namun, yang bersangkutan lolos setelah menabrak mobil polisi.

BACA JUGA: Pembahasan SOP Prokes Sektor Bisnis dan RHU di Surabaya Selesai Pekan Depan – Imperiumdaily.com

Lelaki berusia 47 tahun itu akhirnya diringkus di Malang. Dalam penangkapan ini polisi terpaksa melepaskan timah panas yang bersarang di salah satu kakinya karena mencoba melawan petugas.

“Ini adalah peredaran narkoba yang dikendalikan oleh jaringan lapas di wilayah Jawa Timur. Kami masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku lain yang terlibat,” tutur perwira menengah Polri yang pernah menjabat Kapolres Sumedang tersebut.(eky)