Polresta Malang Kota Tunggu Hasil Investigasi, Akan Tindak Pengembang Jika Ada Pelanggaran

  • Whatsapp
longsor malang
Peristiwa tanah longsor yang terjadi di Perumahan Griya Sulfat Inside.(Istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Polresta Malang Kota masih tunggu hasil investigasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kepada penembang Perumahan Griya Sulfat Inside.

Jika terjadi pelanggaran, pihak kepolisian tidak akan segan-segan memberikan penindakan.

Baca Juga

“Kalau ada pelanggaran nanti akan kami proses,” papar Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, Rabu (20/1/2021).

Sampai saat ini, Perumahan Griya Sulfat Inside, yang terdiri dari delapan kavling itu masih ditutup.

BACA JUGA: Tebing di Pemukiman Padat Penduduk Pasuruan Longsor

Jika dari tim ahli sudah menyatakan kondisi lokasi aman, maka warga diperbolehkan kembali tinggal di kawasan tersebut.

“Sambil menunggu hasil dari tim ahli, sementara lokasi kami tutup,” kata Leo.

Pada kesempatan tersebut, Leo menambahkan, setelah korban Roland Sumarna ditemukan, seluruh tim SAR yang terdiri dari beberapa unsur mulai Basarnas, BPBD, TNI, Polri hingga PMI dibubarkan.

Masing-masing dari tim gabungan tersebut dikembalikan lagi ke instansi masing-masing. Operasi pencarian juga sudah resmi dihentikan.

“Kami ucapkan terima kasih kepada semua relawan yang sudah tergabung dalam pencarian. Mulai hari ini posko pencarian sudah dihentikan,” tandas dia.

BACA JUGA: Akibat Longsor di Kota Malang, Tiga Keluarga Mengungsi

Sementara itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menambahkan, pihaknya sudah meminta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) untuk segera melakukan pengecekan terkait perizinan dari pengembang.

Sembari menunggu proses evaluasi, pihaknya juga meminta kepada pengembang untuk segera melakukan penguatan dan perbaikan pada lokasi yang longsor.

“Akan kami lakukan pengawasan nanti untuk perbaikan plengsengannya agar tidak asal-asalan,” jelas dia.

Sutiaji menambahkan, bantuan untuk warga terdampak juga sudah disalurkan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB).

BACA JUGA:

Bantuan yang diberikan berupa uang, makanan serta tempat tinggal. Untuk sementara, warga yang terdampak belum diperbolehkan kembali ke rumahnya sampai ada kejelasan hasil penelitian tim ahli serta perbaikan pada titik yang rawan longsor.

“Saat ini kami masih menunggu laporan dari Dinas PUPRPKP terkait perizinannya,” tandas dia. (nda)