Polresta Makota Kejar Pelaku Pemukulan Ibu Tua yang Sempat Viral

  • Whatsapp
ibu video
Tangkapan layar video viral ibu tua dipukuli di Malang. (istimewa)
banner 468x60

MALANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Malang Kota terus melakukan penyelidikan terhadap kasus video viral beberapa hari lalu. Dalam video berdurasi 51 detik tersebut, terlihat aksi seorang perempuan muda yang tega memukuli kepala seorang perempuan tua berkali-kali.

BACA JUGA: Viral Video Ibu Tua Dipukuli di Pinggir Jalan, Ini Faktanya

Baca Juga

Video tersebut diunggah oleh akun @ir_kartika di instagram. Bahkan, video tersebut langsung tersebar di akun media sosial lainnya. Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Pasar Mergan, Kota Malang.

https://www.instagram.com/p/CGppT4zn1jy/?utm_source=ig_web_copy_link

Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, sampai saat ini, pihaknya masih terus menyelidiki kasus tersebut.

“Masih terus kami selidiki. Berdasarkan informasi yang didapat, korban tinggal di daerah Lawang, Kabupaten Malang. Saat ini anggota kami masih mencari keberadaan tempat tinggal korban di daerah Lawang,” terang dia.

Sementara, polisi juga masih melacak keberadaan tempat tinggal pelaku. Diketahui, hubungan pelaku dan korban ternyata adalah ibu dan anak.

“Saat ini kami belum tahu, apakah (pelaku) tinggal di wilayah Kota Malang atau Kabupaten Malang, masih terus kami cari. Keduanya adalah ibu dan anak,” kata dia.

BACA JUGA: Viral Polisi Nyamar Jadi Pendemo Jambi Ternyata Hoaks, Warganet Keburu Murka

Terkait dugaan sang anak mengalami gangguan jiwa, sampai saat ini polisi masih belum bisa memastikan lebih lanjut.

“Informasi sementara seperti itu (mengalami gangguan jiwa). Namun, masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini kami masih berusaha menemui dulu korban dan pelaku. Apakah benar informasi tersebut, kami harus melakukan penyelidikan dan pemeriksaan kepada korban dan pelaku,” jelas dia.

BACA JUGA: Viral, Mobil Halangi Ambulans Bawa Korban Sulit Napas

Video kekerasan yang viral di media sosial tersebut kini menjadi salah satu barang bukti untuk penyelidikan pihak kepolisian.

“Video viral itu menjadi buktinya, masih hanya itu saja barang buktinya. Saat ini kami masih fokus mencari keberadaan korban dan pelaku,” pungkas dia.(nda/lna)