Polresta Banyuwangi Serahkan 25 Ribu Masker untuk Gerakan Santri Bermasker

  • Whatsapp
Kapolresta Banyuwangi saat menyerahkan bantuan 25 ribu masker untuk mendukung Gerakan Santri Bermasker
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi menyumbangkan 25 ribu masker untuk Gerakan Santri Bermasker yang dicanangkan Polda Jawa Timur.

Masker tersebut secara simbolis diserahkan kepada para santri Banyuwangi di ruang Command Center Polresta Banyuwangi, Kamis 25 Februari 2021. 

Hadir dalam acara itu, Plh Bupati Banyuwangi Mujiono, Kapolresta Kombes Arman Asmara Syarifudin, Dandim 0825, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, Ketua MUI, KH M. Yamin, perwakilan Ponpes dan ormas Islam di Banyuwangi. 

25 Ribu Masker Kami Bagikan

“Ada 25 ribu masker yang kami bagikan. Ini simbolis dilakukan penyerahan kepada pondok pesantren Blokagung dan Ponpes Al-Anwari. Selanjutnya akan kami bagikan kepada 25 ponpes di Banyuwangi. Masing-masing 1.000 masker,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin. 

Menurut Kapolresta, gerakan santri bermasker ini sangat penting dimana pada saat pandemi COVID 19 ini santri menjadi basis yang sangat penting untuk menghadapi pandemi COVID-19 ini.

Pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini menjadikan Kyai, ulama hingga para santri, menjadi motor penggerak patuh terhadap protokol kesehatan. 

“Kita sengaja melibatkan seluruh Ponpes di Banyuwangi untuk membantu dan bersinergri dalam menghadapi COVID-19 ini,” pungkasnya. 

Sementara itu, Plh Bupati Banyuwangi, Mujiono menyambut baik pencanangan Gerakan Santri Bermasker ini. Pemkab Banyuwangi mendukung setiap upaya penanganan COVID-19 yang dilakukan oleh Pemprov Jatim. 

“Pemkab akan mendukung penuh upaya Pemprov Jatim untuk meminimalisir penyebaran COVID-19. Tentu ini sangat baik dan pastinya akan masif dilakukan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan yang baik dan benar. 

Di Banyuwangi, kata Mujiono, merupakan basis pesantren. Sehingga penerapan program ini sangat tepat untuk wilayah Banyuwangi. “Sangat tepat untuk wilayah Banyuwangi. Tentu akan kita support penuh,” pungkasnya. 

Sementara itu, dalam pencanangan Gerakan Santri Bermasker secara virtual tersebut, Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menjabarkan, polisi di Jawa Timur menyerahkan 1 juta masker yang dibagi ke seluruh Ponpes di Jatim. 

“Program ini kami harapkan berjalan optimal seiring dengan pelaksanaan vaksinasi di daerah. Santri sehat, warga sehat, Indonesia sehat. Aparat kepolisian di Jawa Timur menyediakan 1 juta masker untuk dibagikan kepada para santri,” ujarnya dalam pencanangan secara virtual itu. 

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, program Gerakan Santri Bermasker ini bersifat sangat penting mengingat jumlah santri di Jawa Timur cukup banyak. Diharapkan gerakan santri bermasker ini dapat dilaksanakan pada saat berada di pondok pesantren dengan tetap mengedepankan Protokol kesehatan di dalam masing-masing Ponpes. 

“Dimohon para kyai para sesepuh dan tokoh agama diwilayah menjadi promotor dalam penerapan prokes. Mari kita berdoa bersama agar pandemi ini segera berakhir. Kita ketahui bersama hingga saat ini belum ditemukan obat Virus Covid 19 ini, namun patut disyukuri dengan adanya Vaksin sehingga dapat mencegah penyebaran Virus Covid 19 ini,” pungkasnya. (ozi/aka)