Polisi Tangkap Masyarakat Takbiran yang Bawa Alkohol

  • Whatsapp
takbir keliling
Masyarakat yang melakukan takbir keliling yang bawa minuman beralkohol, Rabu (12/5/2021) malam. (Istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Sebanyak 10 orang pemuda asal Kota Malang harus berurusan dengan polisi. Sebab, mereka membuat kegaduhan dan mengganggu ketertiban saat malam takbiran, Rabu (12/5/2021) malam.

Kasat Sabhara Polresta Malang Kota, Kompol Syabain Rahmad Kusriyanto menjelaskan, sekitar pukul 23.00, pihak kepolisian menemukan sejumlah pemuda yang membawa minuman keras dan membawa alat musik drum di sekitar Stasiun Malang.

Bacaan Lainnya

“Anggota kami yang berjaga di pos pengamanan Stasiun Malang melihat mobil pick up Daihatsu Espass warna hitam sedang melintas. Di bak mobil tersebut, terdapat sejumlah pemuda sambil membawa dan memainkan alat musik drum,” terang dia, Kamis (13/5/2021).

Lantaran membuat kegaduhan dan mengganggu ketertiban umum, polisi yang berjaga di pos pengamanan Stasiun Malang langsung bergerak cepat menghentikan mobil bernopol N 9814 AB tersebut.

Setelah dihentikan, polisi pun segera melakukan pemeriksaan. Ternyata, mobil pick up tersebut berisi 10 orang pemuda. Yaitu, satu pengemudi dan sembilan orang penumpang. Sebagian besar penumpangnya, berada di bak mobil.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut, di dalam mobil pick up itu kami temukan tiga botol minuman keras (miras). Terdiri dari dua botol plastik miras jenis cukrik, dan satu botol miras Tomi Stanley,” jelas dia.

Akhirnya, mobil pick up berikut 10 orang pemuda tersebut dibawa menuju Polresta Malang Kota untuk dilakukan pendataan dan pemberian sanksi.

Setelah dilakukan pendataan, diketahui ternyata tiga orang masih dibawah umur. Tiga orang pemuda yang dibawah umur, disuruh untuk menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya itu dan dikembalikan ke orang tuanya.

“Tiga orang pemuda yang terbukti telah meminum minuman keras, dikenakan sanksi tipiring berupa denda. Sedangkan untuk empat orang pemuda, dikenakan tipiring denda karena melanggar protokol kesehatan dan menganggu ketertiban umum. Setelah mereka dikenakan sanksi, kami kembalikan barang bukti mobil pick up dan alat musik drum. Untuk barang bukti miras, tetap kami sita dan selanjutnya akan dimusnahkan,” tandas dia.(nda/lna)