Polisi Sukolilo Tangkap Nyamuk, Buronan yang Tewaskan Pemuda Medokan

  • Whatsapp
Nyamuk berbaju oranye dibekuk anggota Polsek Sukolilo Surabaya. (foto: csr/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM-SURABAYA- Bambang Riyanto alias Hanafi alias Nyamuk (27). buronan kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang menewaskan Arisky Triyuliant warga Semampir Tengah VIII,

"
"

Baca Juga

"
"

dibekuk Polsek Sukolilo, Rabu (13/8/2020).

Kasus pengeroyokan dan penganiayaan dilakukan Nyamuk, di salah satu warkop “D” di Jalan Medokan Semampir Blok A, pada 2 Agustus 2020 lalu.

Pelaku setelah melakukan aksinya bersama beberapa pemuda lain di Warung Kopi D, di Jalan Medokan Semampir itu kabur.

Sekira 10 harian buron, polisi berhasil meringkusnya.

Pelaku Bambang Riyanto alias Hanafi alias Nyamuk, warga Jalan Medokan Keputih No. 17 Surabaya, ini tak kuasa menahan amarahnya saat cek cok dengan pemuda sebayanya.

“Kronologi berawal cekcok antar dua kalangan pemuda, korban yang tersinggung sempat mengeroyok pelaku,” ujar petugas Reskrim.

Pelaku kala itu sedang mabuk mabukan minuman keras di depan warkop D di Jalan Medokan Semampir.

Kala itu pesta mirasnya berawal dari rumah pelaku di Semampir Tengah.

Tak selang berapa lama, muncul Arisky, korban.

Dia bersama rekan-rekanya naik motor itu berhenti di atas jembatan.

Tanpa diduga korban dan rekannya memarkir sepeda motor beat lalu teriak-teriak.

Tak jelas maksud teriakannya. Apakah sedang melepas penat atau menumpahkan kekesalannya.

Tapi sial, terjadi salah paham antara korban dan para pelaku.

Korban dikira meneriaki pelaku yang sedang teler berat itu.

Setengah sadar pelaku marah dan menantang korban. Korban tak kuasa menjelaskan kesalahpahaman itu dan mendapat timpukan bertubi bogem tangan kosong berkali kali.

Balasa dendam keroyok korban

AKP Subiyantana, Kapolsek Sukolilo, Kamis (13/8/2020), mengatakan Bambang balas dendam mengeroyok korban bersama empat rekannya, tak terima kena pukul korban duluan.

Korban dikeroyok ganti, dianiaya dengan sajam, ditusuk sajam beberapa kali lalu meninggal dunia di tempat karena kehabisan darah.

“Antara korban dan pelaku sama-sama pesta miras di kalangan berbeda kemudian terjadi cekcok dan terjadi pengeroyokan oleh para tersangka terhadap korban dengan luka tusuk,” lanjutnya.

Pelaku sempat melarikan diri di Kampung Baru Sumber mujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, sebelum berhasil diringkus pada Selasa (11/8/2020).

Penangkapan tersangka tanpa perlawanan. Dia langsung dievakuasi ke Polsek Sukolilo guna dimintai keterangan.

“Tersangka sejak kejadian pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia melarikan diri. Ditangkap di Lumajang, 11 Agustus 2020 pukul 16.30 WIB, tanpa perlawanan,” pungkas Kapolsek Sukolilo.

Bambang Riyanto dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan ini dikenakan pasal 170 KUHP subsider pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara 5 tahun 6 bulan.(csr/aka)

Post Terkait

banner 468x60