Polisi Periksa 11 Saksi Kasus Tewasnya 2 Mahasiswa UIN Malang

  • Whatsapp
Saksi Kasus
Keluarga mahasiswa uin yang meninggl dunia
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BATU – Kapolres Batu, Ajun Komisaris Besar Catur C Wibowo,  mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 11 orang saksi terkait peristiwa kematian dua mahasiswa peserta diklat Pagar Nusa, UIN Malang.

BACA JUGA : Polisi Bakal Lakukan Otopsi Jika Ditemukan Tindak Pidana Meninggalnya Mahasiswa UIN Maliki Malang – Nusadaily.com

Baca Juga

Polisi mendalami kasus ini untuk menentukan unsur pidananya.

Walaupun kedua korban telah dimakamkan, Catur menegaskan kalau proses hukum tetap berjalan.

“Untuk menentukan unsur pidananya sedang kami dalami. Perkembangan berikutnya akan kami sampaikan. Walaupun sudah dimakamkan, proses tetap berjalan,” tegasnya.

BACA JUGA : Satu Mahasiswa UIN Maliki Malang Meninggal di Puskesmas Karangploso – Noktahmerah.com

Sedangkan 11 orang yang diperiksa itu terdiri atas peserta, panitia dan Wakil Rektor 3, Isroqun Najah.

“Namun kami belum bisa menjawab penyebab kematiannya apa karena kami juga masih menunggu dari pihak RS dan Puskesmas. Tetapi proses sedang kami laksanakan. Kami sudah periksa 11 orang baik peserta maupun pihak lembaga,” kata Catur, Senin (8/3/2021).

Peserta diklat sebanyak 41 orang. Kegiatan berlangsung sejak Jumat hingga Minggu.

BACA JUGA : Mahasiswa UIN Maliki Malang Meninggal Saat Ikuti Diklat UKM Beladiri – Beritaloka.com

Isroqun Najah datang ke Polres Batu untuk memberikan keterangan kepada polisi, Senin (8/3/2021).

Ia mengatakan, pihak kampus sama sekali tidak memberikan izin kegiatan mahasiswa secara tatap muka selama pandemi Covid-19.

“Jadi karena di masa pandemi, kami punya surat edaran rektor, wong kuliah saja daring. Kegiatan mahasiswa off, dalam arti yang mengumpulkan masa, kalau daring it’s OK,” ungkapnya.

Pengumuman itu dikatakan Isroqun telah disebar ke seluruh civitas akademika UIN Malang, termasuk ke UKM.

Oleh sebab itu, seharusnya pengurus UKM mengetahui isi surat edaran rektor.

“Sudah disebar ke UKM,” kata Isroqun tanpa menerangkan lebih jauh tanggungjawab yang akan diambil kampus terhadap kejadian naas itu.(wok/aka)