PGRI dan Cabdin Pendidikan Kecam Profesionalisme Guru Dipolitisasi ke Petahana Jember

  • Whatsapp
PGRI kecam petahana jember
Surat undangan guru SD dan SMP agar datang ke posko pemenangan petahana.
banner 468x60

JEMBER – PGRI dan Cabdin Pendidikan kecam profesionalisme guru dipolitisasi ke petahanan Jember. Itu setelah surat undangan kepada guru honorer SD dan SMP untuk menghadiri pertemuan di posko pemenangan calon Bupati Faida beredar luas. Surat itu beredar hingga sampai ke tangan awak media pada Kamis, 29 Oktober 2020.

Baca Juga

BACA JUGA: Dua Guru yang Mau Pakai Sekolah Galang Dukungan Cabup Banjir Kecaman

BACA JUGA: Kritik ke Bupati Jember Bikin Baper, Ketua PGRI Diperiksa Tiga Jam

BACA JUGA: Pelajar, Mahasiswa, dan Warga Jadi Tersangka Demo Anarkis di Jember – Imperiumdaily.com

Tertera nama Aan Subiyanto, Ketua GTKHNK +35 (Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori +35) selaku pihak yang mengundang. Belakangan ia diketahui sebagai guru honorer yang mengajar di SMK 7 Negeri Jember.

Aan tidak menjawab satu kalimatpun saat dikonfirmasi lewat pesan singkat. Bahkan, ia mengabaikan upaya klarifikasi melalui telepon. Nusadaily.com hendak menanyakan perihal suratnya yang mengundang guru berkumpul di ‘Posko Rumah Sahabat Faida’ di Jalan Otto Iskandar Dinata, Gang Gadai Yapusa, Selatan Pasar Mangli.

Ulah Aan menuai reaksi keras dari Rosyid, Kepala Seksi SMA dan PKLK Cabang Dinas Pendidikan Jember – Lumajang. Sebab, dapat menyeret para guru ke dalam pusaran politik Pilkada karena menggelar pertemuan di posko pemenangan.

”Dengan alasan apapun jelas melanggar, itu lokasi yang tidak betul. Seharusnya, pilih tempat yang netral. Situasi seperti ini, harusnya semua berhati-hati. Saudara Aan yang mengajar di SMK masuk dalam kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” tegas Rosyid.

Menurut dia, para guru yang ingin menjadi PNS sebaiknya berjuang melalui proses normal-profesional dengan menghindari jalur politik. Pasalnya, untuk sampai kepada tujuan tersebut penentuannya adalah tes yang tidak dipengaruhi oleh kedekatan dengan pejabat maupun tekanan politik.

“Tenaga pendidik kependidikan boleh berorganisasi, tapi ditempatkan yang benar. Baik tujuannya sekalipun akan salah kalau tempatnya salah. Jangan mancing asumsi-asumsi multitafsir dari publik karena mengadakan pertemuan di posko pemenangan calon. Kalau mau ngurus rekomendasi guru, tempatnya di Dinas Pendidikan,” pungkas Rosyid yang juga pakar ilmu pendidikan fisika itu.

Ini Kecaman dari Ketua PGRI Jember atas Politisasi Guru

Kecaman juga diutarakan Ketua PGRI Jember, Supriyono. Hal yang dilakukan GTKHNK disebutnya sebagai upaya politisasi terhadap profesionalisme guru. Dia mengatakan, GTKNHK sedang mentransaksikan kepentingan politik dengan mendistorsi kewibawaan profesi tenaga kependidikan.

”Di tengah ketidakberdayaan guru jangan dimanfaatkan untuk kepentingan politik. Guru butuh rekom sepertinya ditransaksikan dengan calon bupati yang butuh dukungan. Kalau mau rekom datang saja ke Plt Bupati sebagai jalur yang tepat, bukan ke calon Bupati yang justru politis,” tuturnya.

Supriyono menasehati, bagi guru yang sedang bercita-cita nantinya menjadi PNS harus belajar bersikap netral sedari awal. Sehingga, jika impiannya tercapai akan terlatih tidak tergoda ikut-ikutan politik praktis.

“Guru bersikap netral, artinya tidak terbuka dukungannya. Apapun status guru PNS atau tidak, tetap jadi sorotan. Kita sebagai tenaga pendidik harus mampu sekuat tenaga menjaga marwah,” ucap Supriyono.

Adapun kebutuhan guru untuk memperoleh legalitas dari kepala daerah, lanjut dia, bisa diperoleh tanpa harus menggadaikan suara saat Pilkada. Hal itu terbukti dengan upaya non-politis sebanyak 775 guru tidak tetap terangkat dalam P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) dan ribuan guru yang memperoleh surat perintah.

Supriyono menekankan, mindset para guru harus berubah dari beranggapan bahwa legalitas dan honor sebagai pemberian kepala daerah diganti dengan pola pikir yakni, kedua hal itu adalah hak yang sudah semestinya didapat sebagai konsekuensi logis atas kerja profesional.(sut/cak)

Post Terkait

banner 468x60