Petugas Polresta Sidoarjo Ungkap Kasus Penjualan Produk Hortikultura

  • Whatsapp
Kasus Penjualan Produk
Petugas Polresta Sidoarjo menunjukkan benih kangkung dan bayam tanpa dilengkapi dengan sertifikasi yang legal (Indra)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SIDOARJO – Petugas Polresta Sidoarjo Jawa Timur berhasil mengungkap kasus penjualan produk hortikultura. Berupa benih kangkung dan bayam tanpa dilengkapi dengan sertifikasi yang disyaratkan. 

BACA JUGA : Kasus Penggunaan Boraks Untuk Kerupuk Diungkap Polresta Sidoarjo – Nusadaily.com

Baca Juga

Kepala Kesatuan Reserse Kriminal Polresta Sidoarjo Komisaris Polisi Wahyudi Latif di Sidoarjo Senin mengatakan benih tanaman kangkung dan bayam yang diedarkan tersebut belum memenuhi standar sertifikasi.

 “Sehingga bisa merugikan konsumen karena tidak diketahui dengan jelas bagaimana aturan penggunaan benih tersebut,” katanya sambil menunjukkan barang bukti di hadapan media di Mapolresta Sidoarjo. Ia mengatakan terkait dengan kasus itu tersangka berinisial MA dijerat dengan pasal 126 ayat 1 junto pasal 35 UU 13 tahun 2010 tentang hortikultura. 

BACA JUGA : 6 Warga Sidoarjo Diciduk Densus 88, Diduga Terlibat Teroris JAD – Noktahmerah.com

“Namun demikian tersangka tidak kami tahan karena ancaman hukuman hanya dua tahun kurungan penjara,” katanya. Ia mengatakan, benih kangkung dan bayam yang belum bersertifikasi tersebut oleh tersangka diperoleh dari wilayah Gresik. 

“Kami menyita beberapa barang bukti seperti benih kangkung sebanyak 31 karung dan benih bayam sebanyak 20 karung,” ujarnya. Pada kesempatan yang sama, Darlina Yuni Astuti dari UPT Pengawasan Benih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim mengatakan untuk peredaran benih memang ada aturan sesuai dengan sertifikasi yang ditentukan. 

BACA JUGA : Pemkab Sidoarjo Mendorong Petani Maksimalkan Pemanfaatan Teknologi – Beritaloka.com

“Jangan sampai konsumen dirugikan karena tidak ada sertifikasi akan benih tersebut. Karena, kalau benih tersebut legal tentunya dilengkapi dengan label. Nah, label itu bisa keluar kalau ada sertifikasi benihnya sesuai dengan aturan,” katanya.(ros)