Peserta SKB CPNS Asal Blitar Gigit Jari, Terlambat 10 Menit

  • Whatsapp
peserta SKB CPNS
Peserta SKB CPNS di Tulungagung bersiap mengerjakan soal ujian.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM-TULUNGAGUNG- Peserta SKB CPNS asal Blitar gigit jari, ia terlambat 10 menit. Padahal, Panitia Seleksi Daerah (Panselda) Kabupaten Tulungagung telah menginformasikan kepada peserta SKB CPNS 2019. Agar datang 90 menit sebelum pelaksanaan sesi SKB.

Baca Juga

BACA JUGA: Hari Pertama Tes SKB CPNS di Magetan, Tiga Peserta Tak Hadir Tanpa Alasan

Seperti yang dilaksanakan pada Senin (28/09/2020) tadi pagi. Kendati tes SKB dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB, namun peserta diminta hadir sejak pukul 07.00 WIB. Ini untuk melakukan persiapan dan registrasi, sebelum mengikuti test.

Aturan ini menjadi hal yang harus ditaati oleh peserta SKB CPNS, pasalnya jika terlambat maka peserta bisa dicoret dan dinyatakan gagal.

Seperti yang dialami oleh Agus, salah satu peserta SKB CPNS asal Blitar yang datang ke lokasi ujian pada pukul 08.10 WIB atau 10 menit setelah jam registrasi ditutup.

Arin, istri Agus yang mengantarkan suaminya mengaku telat ke lokasi test. Karena sepanjang perjalanan dari Blitar banyak truk bermuatan tebu yang ada di depan mobilnya.

“Saya berangkat dari Blitar jam 07.30 WIB terus macet di depan saya ada truk muatan tebu itu lo. Jadi gak bisa nyalip, apalagi pagi hari dirinya disibukkan dengan persiapan anaknya yang masih kecil,” papar Arin yang antar suaminya test.

Peserta Test Terlambat, Tak Ada Kelonggaran

Arin berharap panitia test bisa memberikan kelonggaran dengan memberikan kesempatan kepada suaminya. Agar mengikuti seleksi gelombang kedua atau memberikan pilihan lain agar suaminya tetap bisa ikut test.

“Ya semoga bisa diberi kelonggaran mas, apalagi biasanya test ditulis mulai jam 08.30 WIB. Kan kadang masih ada pembukaan pembukaan segala macem, jadinya kan pasti mundur,” tuturnya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Namun setelah beberapa saat menemui panitia, pasangan ini nampak gontai melangkah meninggalkan lokasi ujian alias test. Karena harapannya untuk bisa mengikuti test, gagal.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Pemkab Tulungagung, Arief Boediono memberi penjelasan. Bahwa aturan yang ada memang mengharuskan peserta test untuk sudah berada di lokasi ujian 90 menit sebelum jam ujian dilaksanakan.

“Peserta harus ada di lokasi 90 menit sebelum mulai, registrasi dibuka mulai jam 07.00 sampai jam 08.00 WIB. Kalaupun ada yang telat jam 08.00 WIB sudah ada di sini, di lokasi ujian atau test, masih bisa dimaklumi,” terangnya.

Arief menjelaskan, untuk memutuskan masalah seperti itu, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BKN. Dan sesuai dengan arahan BKN, peserta yang terlambat datang langsung dinyatakan otomatis gagal mengikuti seleksi atau test

“Itu tadi kewenangan BKN, kita yang konsultasi ke sana dan dari sana dinyatakan gagal. Ndak bisa ikut, ya sudah kita menjalankan saja,” ungkapnya.

Arief menyebut, jeda waktu yang dipersiapkan oleh panitia selama 90 menit untuk test. Digunakan untuk memastikan peserta menjalani proses. Mulai dari pemeriksaan berkas, suhu tubuh dan pemeriksaan lainnya yang memang memerlukan waktu. Oleh sebab itu pihaknya berharap peserta bisa mengikuti aturan yang ada dan tidak melanggarnya.

“Itu kan sudah dipersiapkan sama panita, jadi peserta itu harus melewati pemeriksaan awal. Pemeriksaan suhu, penitipan barang bawaan. Jadi semuanya perlu waktu, makanya dikasih tenggat waktu 90 menit,” pungkasnya soal test.(fim/cak)

Post Terkait

banner 468x60