Pertama di Kota Batu, Kejari Ajukan Pembatalan Perkawinan Pria yang Berdalih Lajang

  • Whatsapp
Kejari Kota Batu mendaftarkan permohonan pembatalan perkawinan ke Pengadilan Agama Kelas I Malang (Rabu, 24/4).
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU– Seksi Datun Kejari Kota Batu, mengajukan permohonan pembatalan perkawinan ke Pengadilan Agama Kelas IA Malang (Rabu, 21//4). Permohonan pembatalan perkawinan ditujukan kepada seorang warga Bumiaji yang dalam perkara ini menjadi termohon.

Kajari Kota Batu, Supriyanto mengatakan permohonan pembatalan perkawinan tersebut telah terdaftar dengan nomor perkara: 0988/Pdt.G/2021/PA.Mlg tanggal 21 April 2021. Ditempuhnya langkah itu, lantaran termohon memalsukan dokumen identitas dirinya sebagai lajang meskipun telah beristri.

Dalih itu dilakukan untuk memperdayai perempuan lain yang dinikahinya untuk kali kedua. Dan pernikahannya yang kedua itu tanpa diketahui dan tanpa seizin istrinya pertamanya.

Supriyanto menjelaskan, kejaksaan melalui Seksi Datun memiliki wewenang membatalkan perkawinan sebagaimana diatur dalam pasal 26 ayat (1) UU nomor 16 tahun 2019 tentang perubahan atas UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

“Ada dua termohon, dan kami sedang memohonkan untuk membatalkan perkawinan yang baru itu. Karena tidak sesuai ketentuan secara hukum perundang-undangan. Memalsukan identitas dirinya sebagai lajang dan tak ada izin dari istri pertama,” terang Supriyanto.

Penanganan hukum perkara ini baru kali pertama terjadi di Kota Batu. Terbongkarnya dalih itu berawal saat Kejari Kota Batu melakukan penuntutan terhadap pria itu yang menjalani persidangan di PN Kelas I Malang. Pada 30 September 2020 lalu, pria itu divonis bersalah melanggar pasal Pasal 279 ayat (1) KUHP. Kasus tersebut adalah limpahan dari Polres Batu.

“Termohon ini sebelumnya telah ditetapkan sebagai terpidana oleh Pengadilan Negeri Malang. Ia mengaku masih perjaka saat mengajukan persyaratan perkawinan,” kata Supriyanto.

Setelah adanya putusan yang tetap di Pengadilan Negeri Kelas IA Malang, Kejari Batu melanjutkan permohonan ke Pengadilan Agama Kelas IA Malang. Adapun berdasarkan Penetapan untuk Jadwal sidang pertama akan dilaksanakan pada Selasa 4 Mei 2021.

“Kejaksaan adalah salah satu pihak yang memiliki kewenangan untuk mengajukan permohonan pembatalan perkawinan,” terang dia.(wok/aka)