Persiapan Lebaran, KPwBI Malang Siapkan Uang Kartal Rp 4,5 Triliun

  • Whatsapp
ilustrasi
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Sepanjang momen bulan ramadan dan Idul Fitri, kebutuhan uang tunai di masyarakat semakin meningkat seiring dengan adanya peningkatan transaksi keuangan. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang menyiapkan uang kartal sebesar Rp 4,5 Triliun.

“Jumlah tersebut merupakan nominal yang diperhitungkan melalui estimasi kenaikan jumlah permintaan kebutuhan uang pada periode ramadan atau Idul Fitri, yakni lebih tinggi 46,84 persen dibandingkan periode tahun sebelumnya sejumlah Rp 3 Triliun,” terang Kepala KPwbI Malang, Azka Subhan, Minggu (18/4/2021).

Azka merinci, uang pecahan besar (UPB) naik sebesar 49,81 persen, dari tahun 2020 sebesar Rp 2,6 Triliun menjari Rp 4,0 Triliun. Sementara, uang pecahan kecil (UPK) naik sebesar 26,16 persen dari tahun 2020 sebesar Rp 0,3 Triliun menjadi Rp 0,4 Triliun.

“Peningkatan kebutuhan uang tunai tersebut antara lain dipengaruhi oleh tren pertumbuhan uang kartal dan preferensi perbankan ke pecahan Rp 100 ribu, pelonggaran mobilitas masyarakat pada tahun ini. Sebab, tahun lalu ada PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) saat ramadan dan Idul Fitri,” papar dia,

Serta, kondisi kegiatan usaha yang mulai membaik pasca perluasan vaksin covid-19 dan pembukaan industri dari sektor-sektor prioritas.

“Kemudian, daya beli masyarakat mulai membaik ditandai dengan inflasi Kota Malang, dimana, pada bulan Maret tercatat 0.08 persen mtm. Sertam relaksasi beberapa kebijakan pemerintah seperti pembebasan PPNBM per maret dan kebijakan BI berupa pelonggaran LTV/ FTV,” imbuh dia,

Azka menguraikan, dana sebesar Rp 4,5 Triliun tersebut disiapkan, baik untuk penarikan oleh perbankan. Kegiatan kas keliling wholesale kepada BPR di wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.

“Serta, penukaran kepada stakeholder, instansi atau lembaga negara yang menjadi mitra kerja BI,” jelas dia.

Terkait layanan penukaran UPK, ada 84 titik di loket perbankan dan 38 titik di loket BPR, yang tersebar di wilayah Malang Raya dan telah bekerjasama dengan BI. Untuk menghindari potensi munculnya penukaran uang secara ilegal dan risiko uang palsu.

“Kegiatan penukaran uang baik melalui loket Perbankan maupun BPR akan dilaksanakan serentak pada tanggal 3 – 11 Mei 2021 di loket Perbankan dan BPR. Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan penukaran uang di tempat penukaran resmi untuk menghindari resiko uang palsu yang beredar,” imbuh dia.

Perkiraan kebutuhan uang (outflow) periode Ramadhan/Idul Fitri 2021
sebesar 31,8 persen dari outflow secara tahunan yang terus meningkat.
yang sebesar Rp 3,1 Triliun.

Azka menambahkan, KPwBI Malang berupaya memadukan layanan pembayaran tunai dan non tunai untukmewujudkan less-cash society. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dan peritel agar semakin sering menggunakan instrumen pembayaran non tunai sebagai alternatif uang tunai. (nda/kal)