Perilaku Adaptif Strategi Bertahan di Kala Pandemi

  • Whatsapp
Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji. (Humas Pemkot Malang)
banner 468x60

NUSADAILY.COM- KOTA MALANG – Skenario new normal digulirkan pemerintah untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan sosial ekonomi.

Baca Juga

Ada 25 kota/kabupaten di empat provinsi. Di antaranya Malang Raya (Kota Malang-Kabupaten Malang-Kota Batu) yang bersiap memasuki babak baru, new normal. Tak lama lagi peluit panjang ditiupkan menandai berakhirnya masa PSBB Malang Raya pada 30 Mei pukul 24.00. Selanjutnya masa transisi dilampaui terlebih dahulu sebelum skenario kelaziman baru (new normal) dimulai.

Perlu sebuah parameter yang komprehensif agar skenario ini tidak menciptakan jurang bencana yang kian melebar. Tanpa strategi yang sangkil dan mangkus berpotensi memicu lonjakan bencana lebih besar.

Sebuah parameter ditargetkan untuk memulai kelaziman baru yakni penurunan reproduction rate (RO) atau daya tular virus SARS-CoV-2 di bawah 1 yang artinya satu penderita tak menularkan ke orang lain.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan ada beberapa item yang harus dikuatkan saat masa transisi dari paska PSBB menuju kelaziman baru. Salah satunya kasus penularan Covid-19 dapat dikendalikan. Kapasitas fasilitas kesehatan juga memadai serta memprioritaskan pada kelompok rentan dengan riwayat penyakit penyerta yang mudah terpapar Covid-19. Kurang lebih ada 19 ribu jiwa masyarakat Kota Malang dengan penyakit penyerta mulai level satu hingga empat.

“Jadi kami menjalin kesepakatan dengan BPJS melalui program prolanis untuk mem-back up orang-orang dengan komorbiditas. Maka akan kami kita berikan proteksi ketat agar benar-benar diawasi oleh puskesmas atau klinik,” papar Sutiaji.

Mantan Wakil Wali Kota Malang itu mengatakan, new normal bukan euforia yang menafikan bahaya penularan Covid-19. Tatanan kehidupan baru berangsur-angsur mulai berjalan dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan. New normal merupakan skenario menyelematkan aspek perekonomian tanpa mengabaikan aspek kesehatan.

Pemda Malang Raya Siapkan Payung Hukum

Saat ini Kota Malang bersama Kabupaten Malang dan Kota Batu telah menyiapkan payung hukum peraturan kepala daerah tentang masa transisi new normal. Masa transisi rencananya akan dimulai pada 1 Juni hingga 7 Juni mendatang. Di masa transisi inilah nantinya diseminasi dan evaluasi dilakukan untuk bersiap menuju new normal.

Roda-roda perekonomian pun berangsur-angsur digerakkan. Denyut nadi perekonomian yang sebelumnya terhenti perlahan-lahan berdetak. Aktivitas perekonomian dilonggarkan dengan catatan harus mengimplementasikan protokoler kesehatan. Semisal, industri perhotelan saat new normal dipersilahkan membuka aktivitas usahanya. Dengan catatan diperbolehkan asal menyediakan 50 persen dari kapasitas total kamar.

“Jika sudah berjalan baik maka new normal akan dimulai. Tinggal lihat perilaku masyarakatnya. Kalau disiplin dengan protokoler kesehatan ya bisa masuk new normal. Kalu tidak masih transisi,” timpal Sutiaji.

Melihat situasi saat ini, Sutiaji optimis jika new normal bisa diterapkan di Malang Raya. Menurutnya, sebagian besar masyarakat hampir 90 persen menggunakan masker saat berada di luar rumah. Pola seperti ini telah terinternalisasi sebagai upaya beradaptasi menyelamatkan diri dari paparan Covid-19.

Sebelumnya, Sutiaji pernah melontarkan frasa perilaku adaptif agar bisa bertahan menjalankan rutinitas di tengah badai Covid-19 yang tak kunjung melandai.

Perilaku adaptif di tengah pandemi mengingatkan pada sebuah teori survival of fittes yang dicetuskan Charles Darwin. Sekalipun secara eksplisit Sutiaji tak menyitir teori survival of fittes.

Teori ini sepertinya mulai bekerja ketika benang merah ditarik pada situasi Covid-19 melanda. Setiap orang berperikaku hidup baru dalam menjalankan rutinitasnya ketika pandemi Covid-19 tak kunjung reda. Menilik pada teori survival of fittes, para penyintas dengan kemampuan adaptif lah yang bisa lolos dari ancaman. Manusia selalu berinovasi dan beradaptasi mengikuti semangat zaman untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Perilaku adaptif analoginya seperti paku. Ketika akan memaku suatu objek liat dulu objeknya. Kalau triplek ya pake paku triplek. Jangan paku udur,” pungkasnya. (wok/aka)

Post Terkait

banner 468x60