Perekonomian Loyo, Pemkot Batu Longgarkan Pajak

  • Whatsapp
Sektor industri pariwisata yang sempat lesu selama empat bulan menyebabkan perolehan pajak merosot
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM -KOTA BATU–  Selama empat bulan aktivitas usaha dihentikan mengikuti kebijakan pemerintah membatasi mobilitas masyarakat di masa pandemi Covid-19. Ditutupnya tempat usaha membuat Pemkot Batu memberikan kelonggaran pajak diberbagai sektor usaha.

Baca Juga

Relaksasi pajak sejak Maret lalu berkorelasi pada menyusutnya target pajak di Kota Batu. Terutama pajak dari sektor industri pariwisata yang menjadi sumber pendapatan dominan bagi daerah.

Selama pembatasan mobilitas masyarakat, aktivitas perekonomian lumpuh. Kunjungan wisatawan merosot drastis. Sektor pariwisata hanya bergerak selama dua setengah bulan, Januari hingga pertengahan Maret.  

Setelah itu segala aktivitas dijeda hingga  Juli. Sejak masa jeda, tingkat kunjungan wisatawan di Kota Batu mencapai 1,1 juta wisatawan. 

“Ditutupnya destinasi wisata mempengaruhi perolehan pajak sehingga menyusut. Karena tak ada wisatawatan yang berkunjung,” kata Kabid Penagihan BKAD Kota Batu, Ismail Hasan dilansir Nusadaily.com.

Dari perolehan pajak yang dibukukan hingga saat ini, pajak hotel terealisasi Rp 12 miliar dari target Rp 39,5 miliar. Dari total 122 objek pajak, diantaranya dari losmen sampai hotel bintang lima. Kondisi ini membuat pemangku kebijakan menghitung ulang target perolehan pajak. Rencananya akan dilakukan perubahan target sebesar Rp 15,2 miliar.

Hal serupa dirasakan pajak restoran yang awalnya diproyeksikan sebesar Rp 20,3 miliar. Perolehannya hingga saat ini masih Rp 7,4 miliar. Dari total 252 objek pajak, diantaranya restoran, rumah makan, katering, cafe, kantin dan lainnya. Target pun disesuaikan menjadi Rp 11,9 miliar. 

Beralih pada pajak hiburan yang masih terealisasi Rp 11,2 miliar. Tercatat ada 60 objek pajak yang terdiri dari bioskop, pagelaran kesenian, permainan ketangkasan, karaoke, pameran. Target awal yang ditetapkan Rp 39,9 miliar kini dibanting menjadi Rp 15,4 miliar. (wok/wan)

Post Terkait

banner 468x60