Pengembangan Potensi Desa Wisata Batu Dibalut dengan Kearifan Lokal

  • Whatsapp
Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Batu, Sujono Djonet
banner 468x60

KOTA BATU- Pemkot Batu memfokuskan APBN 2021 untuk pemulihan ekonomi yang menyasar pada tiga sektor. Tiga sektor itu meliputi pertanian, UMKM dan pariwisata. Strategi pemulihan ekonomi di sektor pariwisata yakni pengembangan wisata berbasis desa.

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Batu Sujono Djonet menuturkan, strategi pengembangan wisata berbasis desa harus didasari penguatan kultur yang berorientasi pada kearifan lokal. Kultur setempat harus ditonjolkan untuk menarik wisatawan sekaligus menjawab tantangan pemulihan ekonomi.

Baca Juga

Ketua Tim Penggiat Percepatan Pengembangan Desa/Kelurahan Wisata Kota Batu itu berpendapat, dengan kearifan lokal, masyarakat ikut terlibat dan dapat merasakan stimulus pemulihan ekonomi. Sehingga roda perekonomian di level bawah mulai kembali berputar.

BACA JUGA: Cegah Klaster Pilkada, Bawaslu Banyuwangi Gelar Rapid Tes Massal

“Caranya yaitu memprioritaskan wisata kultur potensi yang ada di masing-masing daerah,” ujar Djoenet.

Perhatian yang hanya diberikan ke destinasi wisata milik swasta bukanlah suatu cerminan dari jargon ‘Desa Berdaya, Kota Berjaya’. Untuk itu, ia ingin visi itu segera diwujudkan melalui pengembangan desa wisata.

Menggenjot desa wisata

Ia meminta Dinas Pariwisata untuk menggenjot desa wisata/kelurahan lebih matang sehingga bisa segera diwujudkan. Apalagi desa/kelurahan yang ada di Kota Batu menawarkan kesejukan udara dan eloknya panorama alam.

“Harus bisa terwujud, alasannya potensi di Batu sudah tersedia baik SDM dan SDA-nya,” imbuh Djonet.

Lebih lanjut, Djonet menuturkan, pemetaan karakteristik setiap desa/kelurahan harus dilakukan untuk dijadikan daya tarik yang akan disuguhkan kepada wisatawan. Kemudian harus menguatkan kelembagaan di desa seperti bumdes atau lembaga pengelola wisata lain yang berbadan hukum. Untuk itu peran Pemkot Batu sangat dibutuhkan dalam pengembangan potensi desa/kelurahan menjadi program prioritas.

“Saya sangat optimis jika dikelola dengan baik, desa nanti bisa jadi destinasi-destinasi kultur yang sangat bagus. Otomatis nanti bisa dirasakan secara langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tukas dia.

BACA JUGA: Atasi Kelangkaan, Petani di Malang Belajar Produksi Pupuk Organik

Karena ia menilai sejauh ini belum ada pengembangan desa wisata secara riil. Sebagai penggiat ia pun ingin mewujudkan visi misi wali kota di daerahnya dengan menginisisasi pinarak negeri lampion (PNL) di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji yang menggunakan anggaran pembangunan dari swadaya masyarakat.

“PNL nanti bakal menjadi obyek wisata kultur masyarakat Gunungsari dengan suguhan view pegunungan, taman mawar, joging track, dan menggelar karnaval setiap hari Sabtu dan Minggu atau hari libur untuk menarik wisatawan,” pungkasnya. (wok/kal)

Post Terkait

banner 468x60