Pengelola Pasar Malam dan Bazar Murah di Sumenep Kecewa Karena Ditutup

  • Whatsapp
Police Line (Garis Polisi) Terlihat Dilokasi Pasar Malam dan Bazar Murah Di Kecamatan Lenteng, Sumenep. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Pengelola pasar malam dan bazar murah ramadhan di Desa Banaresep Timur Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur kecewa lantaran ditutup oleh Pemerintah setempat.

Pasalnya, penutupan tersebut dinilai melanggar protokol kesehatan (prokes) dan belum mengantongi izin dari tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep. Sayangnya dugaan itu tak berbanding lurus dengan fakta yang ada.

Ketua Eo Bazar Kerakyatan Jatim Bangkit, Helwan, mengatakan pihaknya tidak akan membuka bazar tersebut terkecuali sudah mengantongi izin dari pihak-pihak terkait. Bahkan dalam prosesnya, ia mengaku sudah mendapat lampu hijau dari Wakil Sekretaris Satgas Covid-19, Abd. Rahman Riadi.

Bahkan, lanjut Helwan, yang bersangkutan (Sekertaris Satgas Covid_red) memerintahkan pada pihaknya untuk membuka bazar. Pihaknya juga sudah melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

“Ada beberapa permintaan dari beliau sudah kami lengkapi semua, kami diminta untuk revisi SOP sudah kami kabulkan, kami juga diminta untuk membuat surat pernyataan bermatrai dan sudah kami penuhi, dan yang sangat kami ingat itu, pernyataan beliau, bahwa ketika ada Polsek atau yang lainnya menanyakan surat izin, maka kami diperintahkan untuk menjawab, kami sudah dapat restu dari satgas covid-19, lalu kenapa beda dengan pernyataan beliau di media? Ini kan aneh,” tegas Helwan, Minggu 18 April 2021.

Tidak hanya itu, dirinya menegaskan bahwa pihaknya juga sudah diskusi panjang dengan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang berhubungan dengan Bazar tersebut.

“Juga, Kami dapat petunjuk dari Bupati Sumenep, untuk audiensi dengan Disperindag, kami sudah laksanakan petunjuk tersebut, tidak cuma itu kami juga diminta ikut rapat bersama di Pemkab Sumenep, kebetulan pada waktu itu pimpinan rapatnya Wakil Bupati, peserta yang hadir. Kami selaku Eo bazar, Kapolres, Dandim, Kasatpol PP, Dinas Kesehatan, perwakilan MUI, Muhammadiyah, NU, membahas tentang Sumenep kedepan, termasuk Bazar yang akan kami laksanakan. Dan saat pembukaan Bazar, mereka semua hadir, Lalu apa lagi?,” Jelasnya.

Bazar Sudah Sesuai Protokol Kesehatan

Ditanya soal dugaan melanggar prokes covid-19, Helwan mengungkapkan, pihaknya sudah melaksanakan Bazar sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Panitia sudah menyidiakan 3-15 boks Masker, dipintu masuk ada tempat cuci tangan, Handsanitzer, setiap 10 menit panitia melalui pengeras suara, menghimbau untuk selalu dan senantiasa mematuhi Prokes. Namanya juga Masyarakat dari berbagai macam karakter dan beralibi Sumenep saat ini zona hijau, jadinya banyak yang abai,” tuturnya.

Menurutnya, Bazar yang ia laksanakan itu adalah swdaya mandiri. “Yang perlu diketahui masyarakat itu, bazar kami ini tidak ada dana dari iklan, apa lagi dari pemerintah, bazar ini murni swadaya” ucapnya.

Untuk mendukung kegiatan pemulihan ekonomi, dirinya berharap kepada pemerintah kabupaten Sumenep terutama kepada satgas covid-19. “Ayolah didukung kegiatan ini, Satgas Covid Sumenep jangan kaku, diberbagai daerah seperti di Surabaya sudah jalan semua dengan masa yang jauh lebih banyak dari yang ada disini, dan di zona yang berbeda juga, kami ini bukan mau kaya, tapi untuk bertahan hidup, kalau mau tegas, mari Satgas kita ajak terjun dihari minggu ini ke pasar sapi yang sangat tidak patuh prokes, kita segel sekalian,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep, Abd. Rahman Riadi menyatakan bahwa penutupan tersebut dilakukan karena pasar malam dinilai melanggar protokol kesehatan dan belum mengantongi izin dari Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep.

“Berdasarkan pengamatan kami, dari pengunjung banyak yang tidak menggunakan masker, berkerumun dan sebagainya,” ujarnya.

Setalah pihaknya melakukan pemantauan bersama Wakil Bupati Sumenep, tim satgas menemukan berapa pelanggaran-pelanggaran. Namun, masih diberikan toleransi selama 3 hari untuk melakukan pembenahan protokol kesehatan.

Sekedar informasi, tim gabungan yang dari Satgas Covid-19, Polres Sumenep, Kodim Sumenep, BPBD, Satpol PP melakukan penutupan sementara pasar malam di Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep, Sabtu 17 April 2021 pagi. (nam/kal)