Pengelola Pariwisata Belum Bisa Memastikan Dampak PPKM Terhadap Tingkat Kunjungan

  • Whatsapp
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko memimpin rakor bersama forkompimda membahas pelaksanaan PPKM yang akan diberlakukan mulai 11-25 Januari 2021.
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU– Tepat pada 11 Januari besok, Malang Raya menjadi salah satu kawasan di Jawa Timur yang akan mengikuti kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Kebijakan ini mengacu pada Pemerintah Pusat melalui Instruksi Mendagri tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Baca Juga

Masuknya Malang Raya dalam penerapan PPKM ini dikarenakan tingginya angka kematian akibat Covid-19. Selama PPKM, Pemkot Batu tidak membuka posko pemeriksaan di pintu masuk Kota Batu.

Tempat wisata pun tak akan ditutup. Wisatawan tetap bisa keluar masuk Batu, namun harus menunjukan surat keterangan tes rapid antibodi. Tempat pariwisata dibatasi hingga 50 persen dari kapasitas keseluruhan.

Pengelola pariwisata juga belum berkomentar banyak terkait dampak kebijakan ini terhadap industri pariwisata. Salah satunya Manager Marketing dan Public Relation JTP Grup, Titik S Ariyanto.

Bisnis Wisata Masih Tertatih Tatih

Titik berkomentar, sedikit banyak, pasti ada dampak terhadap tingkat kunjungan. Apalagi, selama ini, bisnis pariwisata masih tertatih, belum pulih seutuhnya. Meski begitu, pihaknya akan tetap mengikuti peratutan yang ditetapkan pemerintah.

“Kami mengikuti apa yang diputuskan oleh Pemkot Batu. Tidak mungkin kami membuat regulasi sendiri, karena akan menyalahi aturan. Kebijakan itu demi kebaikan masyarakat juga,” ungkap Titik.

Sehari sebelumnya (Jum’at, 8/1), Surat Edaran Wali Kota Batu nomor 440/39/422.011/2021 diterbitkan. Surat edaran itu berisi tentang ketentuan pelaksanaan PPKM di Kota Batu yang akan dimulai per tanggal 11-25 Januari.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, akan diberlakukan jam malam hingga pukul 20.00 WIB selama PPKM di Kota Batu. Meski begitu, hal tersebut tak seketat seperti PSBB yang dilakukan pada 17-30 Mei 2020 lalu.

Pengelola destinasi wisata bisa beroperasi. Pemkot Batu memutuskan tidak menutup tempat wisata karena selama ini telah melakukan pembatasan kuota 50 persen dari total kapasitas. Trend kunjungan wisatawan di sejumlah destinasi juga terpantau di bawah 50 persen.

“Tidak ada penutupan tempat wisata, karena saat ini sudah dilakukan pembatasan dengan kuota 50 persen, untuk saat ini saja. Bahkan tak sampai kuota 50 persen. 1000 pengunjung saja sudah alhamdulillah, jadi tidak perlu dikhawatirkan,” ungkapnya.(wok/aka)