Pemuda Kreatif dari Trenggalek Rintis Bisnis Produk Berbahan Kulit di Kampung Halaman

  • Whatsapp
Wahid Bachrudin warga Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek sedang membuat sepatu kulit. (foto: aby/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – TRENGGALEK  – Perajin sepatu dan asesoris dari bahan kulit satu-satunya di Trenggalek ini menekuninya sejak berkuliah di Akademi Teknologi Kulit Yogyakarta. Dengan membuat segala jenis produk dari bahan dasar kulit, sepatu maupun asesoris semakin banyak di minati di kalangan menengah.

Baca Juga

Wahid Bachrudin warga Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek, punya cita-cita ingin membuat produk lokal yang khas Trenggalek dari bahan dasar kulit yang nantinya bisa banyak digemari oleh masyarakat dari kalangan bawah hingga atas.

Terlihat dengan jari jemarinya Wahid begitu lihai membuat sebuah karya seperti, sepatu kulit, dompet, ikat pinggang dan suvenir sehingga banyak di minati oleh kalangan menengah.

“Tiga tahun saya menimbah pengalaman di perusahaan, mulai pabrik kulit, pabrik sepatu, dan pabrik tas, pada tahun 2017 saya kembali ke Trenggalek mencoba untuk mebuat sepatu kulit,” ucapnya kepada Nusadaily.com Kamis (9/7/2020).

Kini Bisa Kumpulkan Pundi-Pundi Uang

Dari awal belajar membuat sepatu kulit, ia kini mendapat pesanan berbagai suvenir yang saat ini bisa mengumpulkan pundi-pundi uang.

Dari penghasilan itu, ia bisa mendapat keuntungan belasan juta setiap bulannya.

“Kalau sekarang yang paling banyak di minati pesanan asesoris seperti, dompet dan tempat id card, yang pesan sepatu hanya seperempatnya,” imbuhnya.

Untuk saat ini pesanan yang datang masih dari luar kota, utamanya kota metropolitan seperti Jakarta dan Surabaya.

“Kalau harga mulai Rp 350.000 hingga Rp 1.5 juta tergantung kerumitan model dan bahan, harga segitu sudah termasuk murah melihat dari kualitas produk yang bisa memuaskan pelanggan.”tambahnya.

Sedangakan dalam penjualan produk untuk saat ini masih berbasis pemesanan dan online.

“Bisnis produk berbahan kulit masih punya peluang besar, terbukti produk itu masih punya penggemar yang antusias.”jelasnya.

Pihaknya sudah 3 tahun berkecimplung membuat asesoris dari bahan dasar kulit. Saat ini ia memiliki 3 karyawan yang membantu membuat pesanan.

Kabupaten Trenggalek tak memiliki sentra kerajinan berbahan kulit.

Ia mulai bisnis itu dengan mengajari orang-orang sekitar untuk belajar membuat sepatu berbahan kulit.

“Awalnya, saya sempat mengajari banyak orang untuk belajar membuat kerajinan berbahan kulit, namun yang bertahan hingga kini hanya tiga orang.” tutupnya. (aby/aka)

Post Terkait

banner 468x60