Pemprov Jatim Kirim 1.000 Alat Rapid Test Selidiki Klaster Temboro

  • Whatsapp
43 santri temboro positif
CEK COVID-19: Dinas Kesehatan Magetan mengecek santri Temboro beberapa waktu lalu.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengirim bantuan sebanyak 1.000 alat rapid test atau pemeriksaan cepat COVID-19. Bantuan tersebut untuk menyelidiki klaster atau penularan yang diinformasikan berasal dari Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (20/4) malam, menyatakan telah memerintahkan Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dr Kohar Hari Santoso SpAn untuk turun langsung ke Desa Temboro, Kecamatan Keras, Kabupaten Magetan.

Baca Juga


Warga Negara Malaysia di Indonesia Positif Covid-19


Langkah ini diambil setelah ada informasi sebanyak 43 warga negara Malaysia. Yang mana mereka adalah santri di Pondok Pesantern (Ponpes) Al Fatah, Temboro, Magetan. Mereka  terkonfirmasi positif COVID-19 setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan di negara asalnya.

Gubernur Khofifah juga menggelar konferensi video dengan Bupati Magetan Suprawoto. Kemudian diperoleh keterangan sebanyak 200 lebih santri Ponpes Al Fatah Temboro asal Malaysia diperbolehkan pulang beberapa waktu lalu setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan.

Bupati Suprawoto menjelaskan ada sekitar 400 lebih santri asal Malaysia yang saat ini sedang menuntut ilmu di Ponpes Al Fatah Temboro. Setelah melalui pemeriksaan kesehatan, sekitar 200 lebih dipulangkan.


“Sisanya, sebanyak 227 santri Malaysia sampai sekarang masih berada di lingkungan Ponpes Al Fatah,” katanya.

Namun, lanjut Suprawoto, pemeriksaan kesehatan terhadap para santri di Ponpes Al Fatah ketika itu tidak meliputi rapid test karena keterbatasan fasilitas yang dimiliki.

Sampai sekarang di Kabupaten Magetan terdata sebanyak 10 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Menurut Bupati Suprawoto, sembilan orang di antaranya dipastikan tertular melalui klaster Bogor, Jawa Barat.

Tinggal satu pasien positif COVID-19 yang masih dirawat di RSUD Dr Soedono Madiun dan terdata sebagai warga Desa Temboro, Magetan.


“Pasien ini tidak tinggal di lingkungan Ponpes Al Fatah. Namun, beliau memiliki pondokan berlokasi di Desa Temboro. Sampai sekarang masih kami selidiki asal klasternya,” katanya.

Kemudian, petugas kesehatan telah melakukan tracing terhadap 26 orang yang diketahui melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19 tersebut dan dilakukan rapid test yang hasilnya negatif.

Gubernur Khofifah memastikan penyelidikan klaster Temboro masih terus dilakukan dengan dibantu oleh Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang diketuai dr Kohar Hari Santoso SpAn.(antara/aka)

Post Terkait

banner 468x60