Pemkot Mojokerto Pastikan Bedah Rumah 100 Warga Rampung Sesuai Target

  • Whatsapp
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat melakukan sidak langsung proses bedah rumah di Lingkungan Kranggan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.
banner 468x60

MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto memastikan 100 rumah warga yang mendapatkan bantuan Program Bedah Rumah Swadaya (BRS) 2020 akan rampung sesuai dengan target.

Baca Juga

Hal ini, disampaikan langsung Wali Kota perempuan pertama Kota Mojokerto Ika Puspitasari usai meninjau langsung salah satu rumah yang mendapatkan bantuan bedah rumah senilai Rp 17,5 juta di Lingkungan Kranggan, Kecamatan Prajurit kulon, Kota Mojokerto bersama OPD terkait, Selasa, 27 Oktober 2020.

“Kami ingin melihat Program Bedah Rumah Swadaya (BRS) ini karena sebentar lagi memasuki musim penghujan, jelas pengerjaanya bisa terhambat. Ditambah ini waktunya sudah mepet, sehingga kedatangan saya untuk memastikan adakah keluhan dari masyarakat,” ungkapnya usai melakukan sidak, Selasa, 27 Oktober 2020.

Ingin Pastikan Selesai Sesuai Target

Ning Ita sapaan akrabnya, mengatakan dalam sidak kali ini, pihaknya hanya ingin memastikan program bedah rumah 2020 bisa rampung sesuai dengan target yang ditentukan.

Bantuan Program Bedah Rumah Swadaya (BRS) 2020 atau yang lebih dikenal dengan istilah bedah rumah merupakan Bantuan Pemkot Mojokerto. Dari Kementerian PUPR melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP).

“Terlebih rumah warga yang berada di Kelurahan Krangan yang paling banyak mendapatkan batuan bedah rumah,” imbuhnya.

Menurut dia, bantuan bedah rumah atau Program Bedah Rumah Swadaya (BRS) pada tahun ini menyasar 100 rumah warga yang tersebar di tiga kelurahan yang ada di Kota Mojokerto. Yakni, di Kelurahan Kranggan ada 52 rumah. Sedangkan 20 rumah di Kelurahan Sentanan, dan 28 rumah di Kelurahan Balongsari.

“Kranggan ada 52 rumah, setiap rumah mendapatkan bantuan sebesar Rp 17,5 juta dan itu masuk ke rekening masing-masing penerima,” paparnya.

Meski bantuan bedah rumah pada tahun ini jumlahnya menurun dibandingkan pada tahap pertama. Namun ia berjanji, pada tahap selanjutnya akan menambah jumlah kuota penerima bantuan Program Bedah Rumah Swadaya.

“Tahap pertama dulu ada 200 rumah yang sudah kita bedah, namun untuk tahun ini kerena kondisinya pandemi sehingga kita turunkan. Mudah-mudahan tahun depan akan kita tingkatkan kembali,” Ning Ita memungkasi. (din/aka)