Pemkot Mojokerto Ingatkan Sekolah Tak Gelar PTM

  • Whatsapp
kota mojokerto
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Amin Wachid di Rumah Rakyat. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Sempat tatap muka, kini pembelajaran dilakukan secara daring. Tak hanya itu, Pemerintah Kota Mojokerto juga bakal memberi sanksi tegas sekolah negeri maupun swasta yang nekat memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di ruang kelas pada tahun ajaran 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkot Mojokerto Amin Wachid, menjelaskan sejak 4 Januari 2021 kemarin, Pemkot Mojokerto kembali melaksanakan pembelajaran secara daring.

Baca Juga

“Sesuai himbauan dari Kemendikbud RI, masa belajar dari rumah peserta didik diperpanjang sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan,” ungkapnya, Rabu, 6 Desember 2021.

Amin menegaskan, Kota Mojokerto belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka lantaran masih berstatus zona orange dan bahkan ada yang merah dalam peta penyebaran Covid-19.

“November tahun lalu memang masih diperbolehkan, untuk melakukan simulasi pembelajaran tatap muka. Itupun dengan aturan protokol kesehatan yang ketat. Tapi sekarang, apapun alasannya sekolah tatap muka tidak diperbolehkan,” tandasnya.

Ia mengaku, memang sempat menerima laporan, ada salah satu SD swasta di Kota Mojokerto yang menggelar PTM. Tapi setelah dilakukan pengecekan, ternyata info tersebut tidak benar.

“Kita akan efektifkan pengawasan di seluruh sekolah, jadi jangan pernah coba-coba untuk menggelar PTM di ruang kelas. Apapun alasannya, kita tidak akan tolerir,” tegasnya.

Hanya saja, pihaknya sedang mencoba memberikan solusi kepada para pengajar dan murid agar bisa efektif dalam menerima pembelajaran. Yakni, home visit agar bisa menjadi solusi pembelajaran tatap muka.

“Ini masih dibicarakan bersama, hanya saja sangat-sangat terbatas sekali, dan hanya untuk siswa yang berada di wilayah Kota saja,” imbuhnya.

Amin juga menambahkan, Pemkot Mojokerto sudah menyiapkan paket kuota internet gratis untuk siswa SD dan SMP di seluruh Kota Mojokerto. Ini untuk menunjang sarana pembelajaran daring siswa.

Paket gratis tersebut, akan dibagikan secara merata mulai minggu ketiga bulan Januari ini.”Untuk siswa SD dan SMP akan kita beri kuota gratis sebanyak 35 GB dan untuk guru juga kita beri kuota gratis sebesar 42 GB. Itu berlaku untuk semua operator jaringan,” pungkasnya.(din/lna)

Post Terkait

banner 468x60