Pemkot Mojokerto Gandeng Baznas Wujudkan Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana

  • Whatsapp
baznas mojokerto
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam kegiatan penyerahan beasiswa program satu keluarga satu sarjana di Universitas Mayjen Sungkono (UNIMAS) Jalan Irian Jaya, Kecamatan Kranggan, Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto, Sabtu, 19 Juni 2021. (din/nusadaily.com)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Pemkot Mojokerto bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyerahkan beasiswa program satu keluarga satu sarjana senilai Rp 35 juta per mahasiswa di Universitas Mayjen Sungkono (UNIMAS).

Penyerahan beasiswa program satu keluarga satu sarjana ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Ketua Baznas Mojokerto Dwi Hariadi dan Rektor UNIMAS Hery Setiawan, Sabtu, 19 Juni 2021.

Baca Juga

BACA JUGA: Bentengi Siswa dan Warga Sekolah, Pemkot Mojokerto Larang Rekreasi Ataupun Wisuda Tatap Muka

Ning Ita menjelaskan Pemerintah Daerah (Pemda) mempunyai target untuk meningkatkan indeks pendidikan setiap tahunnya dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sesuai misi dan visi melalui program satu keluarga satu sarjana.

Dalam mewujudkan hal tersebut maka diperlukan program sehingga Pemerintah Daerah telah mengalokasikan anggaran pemberian beasiswa bagi SDM dari Kota Mojokerto yang berasal keluarga tidak mampu yang masuk perguruan tinggi. 

“Kami mengembangkan bagaimana untuk yang mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ini kita upayakan melalui sinergi antara Baznas dengan Universitas Mayjen Sungkono sebagai salah satu universitas yang ada di Kota Mojokerto maka muncul program satu rumah satu satu keluarga satu sarjana,” bebernya.

Ia menuturkan program satu keluarga satu sarjana ini dapat membantu untuk meningkatkan capaian indeks pendidikan di Kota Mojokerto. Sebelumnya, pihaknya telah menganggarkan setiap tahunnya yaitu sebanyak 16 mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) selama dua tahun.

“Nah, untuk yang PTS tahun ini ada lima anak sehingga tahun depan bisa kita tambahkan lagi sesuai dengan alokasi anggaran yang ada di Baznas bisa sampai 10 anak pertahun,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Ning ita, beasiswa program satu keluarga satu sarjana ini berupa pembiayaan akademik (Biaya Pendidikan) mulai dari mahasiswa masuk hingga wisuda. Pembiayaan pendidikan ini bisa digunakan untuk keperluan biaya hidup apabila ada sisa dari pembayaran kuliah.

“Tentu saja harapan kami jika SDM dari Kota Mojokerto ini memiliki kualitas maka imbauan dari saya, sebaiknya ilmunya tersebut dimanfaatkan untuk membangun daerahnya,” ucap Ning Ita.

Masih kata Ning Ita, program satu keluarga satu sarjana ini merupakan salah satu bagian upaya untuk meningkatkan kualitas SDM tentunya dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak. 

BACA JUGA: Pemkot bersama Baznas Bersinergi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Lansia Kota Mojokerto

Saat ini ada Balitbang Kementerian Kominfo yang menyiapkan 16 jenis Digital Scholarship sasarannya untuk anak-anak yang baru lulusan SMA, bisa juga ASN  tenaga honorer maupun mahasiswa yang membutuhkan kompetensi lebih Expert di bidang digital.

Pemerintah Daerah juga kerja sama dengan Panasonic Gobel Foundation untuk pendidikan vokasi di bidang elektronik bagi anak-anak lulusan SMA atau masyarakat umum.

Kemudian, bekerjasama dengan Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) yakni perkumpulan Bank se-jawa Timur yang juga memberikan CSR dalam rangka peningkatan kapasitas UMKM di Kota Mojokerto.

“Jadi untuk bangkit (Perekonomian) dari Pandemi untuk meningkatkan kualitas SDM kedepan kami tidak bisa sendirian, perlu bersinergi dan bekerjasama dengan berbagai pihak itu adalah upaya yang kami lakukan. Untuk mengkoordinir siapa saja yang memang memiliki tanggung jawab dan juga kewenangan untuk bisa bersama-sama membangun kota Mojokerto,” bebernya.

Terpisah, Ketua Baznas Mojokerto Dwi Hariadi menambahkan kategori penerima beasiswa program satu keluarga satu sarjana ini adalah warga kurang mampu dan berdomisili sesuai identitas Kota Mojokerto.

“Nantinya biaya kuliah senilai Rp 35 juta masing-masing 50 persen dari Baznas dan  Universitas Mayjen Sungkono untuk satu orang sampai lulus,” terangnya.

Sementara, Rektor UNIMAS Hery Setiawan menjelaskan pembiayaan akademik senilai Rp 35 juta itu, digunakan untuk biaya pendidikan seperti uang semester, ujian, skripsi dan sampai wisuda.

Selain itu, pihaknya juga menyerahkan penuh dari Baznas terkait pemilihan calon penerima beasiswa tersebut.

“Jadi kami sebatas menerima yang merekrut adalah Baznas dan mahasiswa memilih program studi sesuai keinginannya,” tukasnya.(din/lna)