Pemkot Anggarkan 39 Miliar Pengendalian Banjir, Tahun Ini Utamakan Drainase

  • Whatsapp
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Gubernur Khofifah Parawansa saat mengecek puskesmas bluto beberapa waktu lalu.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Pemerintah Kota Mojokerto siapkan anggaran sebesar Rp 39 miliar untuk pengendalian bencana banjir di tahun 2021 ini. Anggaran tersebut di antaranya akan digunakan untuk pembenahan drainase.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, menjelaskan telah melakukan kajian bersama pihak Dinas PUPR Kota Mojokerto terkait penanganan pengendalian banjir di Kota Mojokerto.

Baca Juga

“Kajian kapasitas drainase manjadi kajian dasar untuk pengendalian banjir tentunya,” ungkap ning ita sapaan akrabnya, Senin, 8 Februari 2021.

Pemimpin perempuan ini, mengatakan telah melakukan penghitungan aliran primer dan tersier kapasitas saluran drainase yang nantinya perlu dilakukan pembenahan. Sehingga mulai tahun 2021 ini akan dilakukan pembenahan secara bertahap.

“Kita telah melakukan kajian sejak 10 tahun terakhir mulai dari 2008 sampai 2018, berapa curah hujan dan seterusnya. Dari situ kemudian muncul dimensi saluran tersebut. Sudah ada rekomendasi dan memang ada titik yang harus diperbesar mengikuti data tersebut,” bebernya.

Menurut dia, pembenahan telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu, namun dirinya menganggap penanganan banjir masih belum maksimal. Terlebih dana untuk pengendalian banjir pada tahun lalu terrefocusing untuk pendanaan Covid-19.

Hanya saja, tahun ini pemerintah telah memaksimalkan pengendalian dengan menganggarkan dana sebesar Rp 39 Miliar.

“Saya juga sudah memaparkan kepada masyarakat di saat ada musrenbang maupun saat sosialisasi disaat kita melakukan kunjungan. Kita menyampaikan agar mayarakat faham. Sebab, dalam pengendalian banjir di kota Mojokerto, kita memakai Gaiden. Hasil kajian tidak asal, apa permintaan, apa usulan kita tindak lanjuti,” tegasnya.

Ning Ita menambahkan, dalam pengendalian banjir ini, pemerintah tidak sekedar melakukan pembenahan saja. Melainkan harus terstruktur dan juga ada Gaiden yang jelas.

Sehingga penyelesaian pengendalian banjir benar-benar maksimal dan mengunakan mekanisme yang harus diikuti.

“Mekanisme atau kajian yang kita lakukan itu nanti akan muncul, di kelurahan mana yang mendapat atensi. Mana saluran yang harus di perbesar, seberapa itu, semua ada Gaidennya,” pungkasnya.(din/aka)