Pemkab Blitar Batal Pinjam Dana ke Kemenkeu, Tak Direstui Dewan

  • Whatsapp
Pemkab Blitar batal pinjam dana
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti.
banner 468x60

NUSADAILY.COM – NUSADAILY.COM-BLITAR- Pemkab Blitar batal pinjam dana Kemenkeu. Ya, Kementerian Keuangan bakal melakukan relaksasi prosedur penyaluran pinjaman melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) kepada pemerintah daerah.

Baca Juga

BACA JUGA: Awasi Pembangunan Fisik Kabupaten Blitar, Dewan: Tak Ada Alasan Molor

Menangkap peluang itu, Pemkab Blitar sudah memasukkan usulan pinjaman ratusan miliar ke dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Platfon Anggaran Sementara (PPAS) 2021.

Namun ternyata dalam kesepakatan yang ditandai dengan penandatanganan bersama antara Bupati Blitar dengan Pimpinan DPRD pada rapat paripurna pekan lalu, anggaran usulan pinjaman tidak masuk dalam kesepakatan. Artinya usulan pinjaman tidak disetujui dewan.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Blitar, Khusna Lindarti saat ditemui Nusadaily.com di kantornya, Senin 28 September 2020. Ia menuturkan memang ada rencana melakukan pinjaman ke pusat. Namun tidak disetujui oleh DPRD.

Dalam usulannya, ada rencana pembangunan dua ruas jalan senilai Rp 150 miliar. Yaitu jalan dua sirip penghubung antara jalan nasional dengan jalur lintas selatan (JLS) di Blitar atau dari Brongkos Kesamben – Wates.

“Kalau tahun 2020 kita tidak ada pinjaman. Artinya murni menggunakan APBD. Nah, rencana memang sebelum kesepakatan KUA PPAS 2021, mengajukan persetujuan ke DPRD kaitannya dengan pinjaman daerah ke PT SMI yang merupakan miliknya Kemenkeu,” jelasnya soal Pemkab Blitar batal pinjam dana.

“Namun ternyata belum disetujui oleh dewan. Kalau sekarang menyampaikan pinjaman 2021 sudah tidak ada kesempatan, karena KUA PPAS 2021 sudah disepakati,” imbuhnya kepada induk imperiumdaily.com ini.

Kecuali, kata Khusna, ada program lain. Menurutnya, memang pemerintah pusat dalam hal ini PT SMI juga memberikan peluang kepada daerah menawarkan pinjaman daerah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN). Tetapi pihaknya sedang mau mempelajarinya, apakah yang akan diajukan masuk dalam program PEN.

“Kalau masuk, tentu kita akan dicoba. Kita juga masih mengajukan ke pemerintah pusat, untuk diteliti bersama, apakah masuk progam PEN atau tidak,” imbuhnya.(tan/hen)

Post Terkait

banner 468x60