Pembelajaran Daring Sekolah Dasar di Sumenep hingga September

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM-SUMENEP – Tidak jauh berbeda dengan jenjang pendidikan lainnya, sekolah dasar (SD) pun terdampak proses pembelajarannya karena pandemi COVID-19. Selama setengah tahun ini, siswa SD juga diharuskan untuk belajar dalam jaringan (daring) dari rumah masing-masing atau sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Pada dasarnya, sistem belajar daring bisa diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, dari jenjang TK sampai perkuliahan. Hanya saja perlu ada penekanan dan perhatian yang berbeda setiap jenjangnya.

"
"

Baca Juga

"
"

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan Sumenep, Abd. Kadir menyebutkan, untuk tingkat SD tetap menggunakan sistem pembelajaran daring. Terlebih sekolah yang ada di wilayah kecamatan zona merah.

“Jadi tetap pembelajaran jarak jauh. Karena surat keputusan empat menteri itu sampai 14 September, SD itu masih dengan PJJ istilahnya,” ungkapnya kepada media Nusadaily.com, Selasa 4 Agustus 2020.

Disinggung soal efektifitas PJJ di Kabupaten Sumenep, pihaknya menilai pembelajaran daring tersebut tidak maksimal.

“Tidak maksimal, kalau menggunakan PJJ via jaringan. Tetapi kami memang mengantisipasi dengan pembelajaran Luring (luar jaringan),” tambahnya kepada induk media Imperiumdaily ini.

Luring itu, menurut Kadir, bukan pembelajaran dengan tatap muka. Melainkan ada guru yang berkunjung ke rumah masing-masing siswa.

“Dalam keputusan empat menteri itu ada bahasa PJJ daring atau dengan luring (luar jaringan,” tambahnya.

Maka dari itu, kata Kadir, untuk daerah yang tidak memungkinkan menggunakan sistem belajar daring, maka nanti guru-guru akan berkunjung ke rumah masing-masing siswa.

“Ada juga yang menggunakan model guru kunjung zonasi. Artinya siswa dikumpulkan di rumah salah satu siswa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kemudian guru mendatangi rumah yang bersangkutan,” pungkasnya. (nam)

Post Terkait

banner 468x60