Pembangunan Mal Larisso Dekat Pasar Balung Lor Jember Kejutkan Warga, Dinas PTSP Bakal Cek

  • Whatsapp
larisso jember
Sejumlah warga tampak melihat dengan heran lantaran mendadak mulai dibangun mall yang tidak jauh dari pasar rakyat di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung. (nusadaily.com/Sutrisno)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – JEMBER – Di Desa Balung Lor, Kecamatan Balung, Jember mendadak mulai dibangun pusat perbelanjaan skala besar bernama ‘Larisso’. Mal tersebut merupakan tambahan, lantaran yang serupa sudah ada di Kecamatan Ambulu dan Kencong.

Larisso yang baru ini mengejutkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan warga setempat. Bahkan, Dinas Perijinan Terpadu Satu Pintu (PTSP) akan memeriksa ada tidaknya berkas dokumen yang berkaitan dengan Larisso.

“Senin depan akan dicek dulu ke kantor, karena saya belum banyak tanda tangan IMB (Ijin Mendirikan Bangunan,” tutur Arief Tjahyono, Kepala Dinas PTSP Jember ke nusadaily.com pada Sabtu, 27 Maret 2021.

Beleid yang berlaku adalah Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Perlindungan Pasar Rakyat dan Penataan Pusat Perbelanjaan Serta Toko Swalayan. Salah satu syaratnya dalam Pasal 14 ayat (3) huruf a yang berbunyi “jarak pusat perbelanjaan dengan pasar rakyat yang telah ada sebelumnya paling sedikit 1.500 m (seribu lima ratus meter)”.

Arief akan menginventarisir perijinan karena memang baru saja menjabat sejak Bupati Jember, Hendy Siswanto melakukan perombakan struktur birokasi berikut pejabat-pejabat di lingkungan Pemkab Jember sejak 15 Maret 2021 lalu.

BACA JUGA: Bupati Hendy: Seandainya Jember Pulau Tersendiri Sudah Dijual

Adapun keberadaan Larisso kali ini berdekatan dengan jarak sekitar 500 meter kearah timur dari pasar rakyat Balung. Sekitarnya, juga terdapat warung dan toko kelontong maupun berbagai usaha yang menjadi sumber mata pencaharian warga.

Rasa kekhawatiran pun menggelayuti pengusaha kecil setempat. “Kaget ya, kami belum pernah dimintai tanda tangan persetujuan lingkungan. Juga kalau ada pusat perbelanjaan lebih besar yang dekat dengan toko kami, jelas akan kena dampaknya. Karena, barang yang dijual juga sama,” keluh Haryono, seorang pemilik toko kelontong.

Bukan hanya itu, warga juga khawatir lokasi bangunan Larisso langsung berhimpitan dengan gudang penyimpanan tabung gas LPG. Padahal, sebelumnya terdapat lahan kosong yang memisahkan antara gudang tersebut dengan pemukiman. Tapi, kini menjadi tersambung akibat berdirinya bangunan mal tersebut.

“Bangunannya persis berdempetan. Kita tidak menginginkan musibah, tetapi hanya kawatir saja jika hal – hal yang tidak diinginkan seperti meledak. Kami tidak ingin kalau ada kebakaran merembet ke rumah-rumah warga,” sahut Yono, warga lainnya.

BACA JUGA: Emak-Emak Pengunjung Larisso Jember Tertangkap Bawa Ekstasi

Kepala Desa Balung Lor, Imam Mustofa menjelaskan, tidak mengetahui perihal ada tidaknya persetujuan dari warga. Pihaknya sebatas mendapat surat pemberitahuan dari Larisso.

“Kurang paham untuk proses persetujuan tanda tangan warga. Namun, yang ke desa ada,” ujar Imam menjawab singkat.

Di lokasi pembangunan Larisso, hanya tampak para pekerja lalu-lalang menggarap konstruksi. Tiada seorang pun yang bersedia memberikan keterangan.

“Tidak tahu siapa bos yang punya, saya cuma kuli saja,” ucap seorang pekerja tanpa bersedia disebut namanya. (sut/lna)