Pembangunan Jalan Hotmix Bermasalah, Komisi III DPRD Sumenep Lakukan Sidak

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SUMENEP- Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap proyek pembangunan jalan Hotmix di Desa Prenduan Kecamatan Pragaan. Dalam sidak tersebut terdapat sejumlah permasalahan yang ditemukan di lapangan.

Ketua Komisi III DORD Sumenep Dul Siam menyebutkan, adanya ketidaksesuaian antara Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan pekerjaan di lapangan. Salah satu temuannya seperti kemiringan plengsengan di sisi kanan jalan.

"
"

Baca Juga

"
"

“Kita temukan ketidak sesuaian antara RAB dengan fakta di lapangan. Gambar dengan di lapangan juga tidak sesuai. Seperti plengsengan, kemiringan itu seharusnya berapa, tapi tidak sampai,” katanya.

Sementara, pihaknya juga mempermasalahkan ketebalan jalan. Ia menjelaskan bahwa ketebalan sekitar 5 cm yang ditemukan tersebut tidak dapat diterima. Sebab, tidak ada hamparan aspal pada jalan teesebut.

“Yang pasti dari pelaksanaan pekerjaan plengsengan itu kami anggap sudah terjadi kerugian negara. Karena tidak dikerjakan sesuai dengan RAB. Walaupun pernyataan dari dinas dan pelaksana akan diperbaiki ataupun di adendum,” jelasnya.

Lebih lanjut, politisi PKB tersebut menganggap ada indikasi kerugian negara itu bukan tanpa alasan. Salah satu buktinya adalah adanya indikasi kemiringan plengsengan itu sengaja dikurangi. Padahal, ketika dilihat di lapangan tidak ditemukan hambatan untuk mengerjakannya.

“Tapi yang kita pertanyakan kok sengaja dikurangi, wong itu bisa dikerjakan kok. Karena itu menyangkut ketahanan jalan,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya akan menindaklanjuti temuan dilapangan usai kegiatan sidak di rapat internal komisi untuk menentukan langkah selanjutnya.

Di kesempatan lain, Eri Susanto, Kepala Dinas PU Bina Marga Sumenep mengklaim, sidak yang dilakukan Komisi III tersebut hanya karena mereka ingin mendapat penjelasan. Soal pembangunan yang ada di Desa Prenduan tersebut, pekerjaan jalan itu berada pada tanjakan.

Dalam eksekusinya, seharusnya menggunakan alat khusus namun tidak bisa. Sehingga apa yang dianggap tidak sesuai itu akan diperbaiki. Terlebih, lanjut Eri, pembangunan jalan itu masih dalam masa kontrak dan belum diserahkan oleh pelaksana pada pemerintah.

“Ada memang itu terjadi planding, maka akan kita perbaiki. Toh itu masih belum diserahkan ke kita. Belum dibayar, masih ada tahap lab, dilihat ketebalannya, baru nanti pembayarannya dilaksanakan,” terangnya.

Salah Persepsi

Disingung soal Plengsengan yang dipermasalahkan anggota Komisi III, pihaknnya menjelaskan, temuan itu hanya salah persepsi saja. Sebab, menurutnya di bagian bawah, tepatnya di bagian sepatu plengsengan memang tidak diplester.

“Tadi itu salah persepsi. Dikiranya plengsengan itu diplester semuanya. Kalau di bawah, bagian sepatu itu tidak diplester, itu kan memang hanya diberi semen, seperti itu sudah bagus. Sebenarnya tidak ada plester. Cuma salah persepsi saja,” pungkasnya. (nam/top)

Post Terkait

banner 468x60