Pelayanan Kejari Sumenep Dikeluhkan, Larang Wartawan Ambil Foto saat Liputan

  • Whatsapp
Tampak dari Depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep. (Ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SUMENEP – Pelayanan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep Madura Jawa Timur dikeluhkan lantaran para resepsionis yang bertugas untuk melayani para tamu bersikap kurang ramah. Tak hanya itu, Korp Adhyaksa Sumekar tersebut juga melarang wartawan mengambil foto saat melaksanakan tugas jurnalistik.

“Mau ambil foto dilarang tanpa alasan yang jelas, ini kan aneh. Belum lagi pelayanan di bagian penerima tamu yang bisanya hanya bersolek diri, tertawa, dan main HP,” kata salah satu jurnalis media online, Masyhuri, Jumat 24 Juni 2021, kemarin.

Tugas wartawan, kata jurnalis eljabar.com itu, adalah sebagai corong informasi publik yang telah diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers.

“Ini jelas telah menciderai tugas kami. Jika kondisi ini dibiarkan kami akan meminta redaksi untuk berkirim surat langsung ke sana. Kemudian, kami juga akan tembuskan ke Kejagung RI,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut sangat di sayangkan, sebab, kata dia, kejadian hal serupa tidak hanya satu kali.

“Sangat disayangkan apabila demikian. Ini sudah ke berapa kalinya saya liputan ke sana mendapat perlakuan kurang baik,” imbuhnya.

Disisi lain, Kepala Kejaksaan Negeri Sumenep, Adi Tyogunawan, melalui Kasi Intel, Novan Bernadi mengaku, pihaknya bukan melarang wartawan ambil foto.

Menurut Novan, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK). “Gimana ya, bukan dilarang sebenarnya. Ini juga merupakan ketentuan dari pusat, karena saat ini kami dalam tahap menuju WBK. Jadi namanya WBK ya aturannya ketat, soalnya tahun kemarin kita gagal,” terang Novan.

Ditanya soal pelayanan yang dinilai kurang ramah kepada tamu, Novan mengaku bahwa petugas di bagian resepsionis hanya menjalankan perintah saja.

Selain itu, kata Novan, karena sebagian dari mereka masih baru bekerja di lingkungan Korps Adhyaksa tersebut. “Oh itu biasa. Mungkin masih baru, atau mungkin karena bawaan hamil. Mohon dimengerti lah,” tambahnya meminta wartawan memahami.

Pihaknya berjanji, peristiwa yang sama kedepanya tidak akan terjadi bagi para jurnalis yang bertugas liputan di lingkungan Kejari.

“Besok ada rapat terkait dengan WBK di sini, jadi tak sampaikan nanti,” pungkasnya. (nam/kal)