Pelanggar PPKM Kota Batu Didominasi Pelaku Usaha

  • Whatsapp
Tim gabungan Kota Batu gencar melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan selama pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)
Tim gabungan Kota Batu gencar melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan selama pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)
banner 468x60

NUSADAILY.COM -KOTA BATU- Tim gabungan Kota Batu gencar melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan selama pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang digelar 11-25 Januari. Tim gabungan itu terdiri dari Satpol PP, Dishub, BPBD dengan dibantu personel TNI/Polri. Totalnya ada 182 personel gabungan dikerahkan selama operasi yustisi di masa PPKM. Mereka secara bergiliran melakukan pergantian sebanyak dua kali pergantian.

Selama pelaksanaan PPKM mulai 11-19 Januari, ditemukan total 432 pelanggar. Dengan rincian sebanyak 174 orang melanggar prorokol kesehatan dan 258 tempat usaha melanggar ketentuan jam malam. 

Baca Juga

Ketentuan jam malam selama PPKM di Kota Batu diatur dalam Surat Edaran Wali Kota Batu nomor 440/39/422.011/2021. Para pelanggar protokol kesehatan maupun jam malam diberi teguran lisan maupun tulisan. 

Bahkan beberapa diantaranya, pelaku usaha yang melanggar jam malam disita identitasnya oleh petugas. Tak hanya itu, petugas menyita satu tabung elpiji di lapak PKL penjual makanan yang mengabaikan peringatan petugas.

Kepala Satpol PP Kota Batu, M. Nur Adhim mengatakan, mayoritas pelanggaran dilakukan oleh pelaku usaha, terutama penjual makanan. Mereka melanggar ketentuan jam malam.

Ia menjelaskan bahwa operasi dilakukan di seluruh kecamatan di Kota Batu. Operasi diawali di Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji, dan berakhir di Kecamatan Junrejo. 

“Dalam operasi ini lebih menekankan pada pelanggaran batas waktu jam kegiatan,” kata Adhim dilansir Nusadaily.com.

Diketahui, selama pelaksanaan PPKM di Kota Batu mulai 11-25 Januari, Pemkot Batu membuat kebijakan pembatasan jam malam hingga pukul 19.00 WIB. Kebijakan ini juga akan diterapkan di Alun-alun Kota Batu sebagai salah satu sentra keramaian masyarakat. 

“Selain melanggar jam malam, ditemukan tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan. Kami tidak menemukan adanya pelanggaran terjadi pada pedagang sembako, mini market, maupun penjual pakaian,” papar dia.

Adapun yang disasar petugas adalah warga yang masih terlihat menjalankan aktivitas usahanya. Mulai pedagang ayam bakar, warung kopi, cafe, barbershop, pedagang durian hingga pedagang mie ayam.

“Dalam operasi ini kita telah melakukan teguran lisan dan tertulis kepada 20 pelanggar,”jelas Adhim. Tercatat ada enam tempat usaha yang melanggar batas jam beroperasi. 

Pihaknya mencatat pada tanggal 19 Januari memberikan tindakan berupa teguran tertulis kepada 8 orang, teguran tertulis 19 pelaku usaha, teguran lisan 19 orang, dan teguran lisan 19 pelaku usaha.

Ia menerangkan, pelanggaran dilakukan oleh PKL jualan melebihi jam malam khususnya penjual kuliner Bebek Purnama yang jumlahnya 19  PKL. Pelanggar diambil tindakan penyitaan KTP 3 orang dan 1 tabung gas elpiji 3 kilogram.

“Khususnya untuk PKL lalapan Purnama akan diundang untuk diberikan pengarahan lebih lanjut. Kemudian akan dilakukan tindakan tegas kepada pelaku usaha yang beberapa kali diberi peringatan tapi masih mengabaikan,” paparnya.

Temuan lain selama operasi seperti hotel Kontena dengan fasilitas cafe yang beroperasi hingga malam. (wok/wan)