Pekerja Seni dan RHU Minta Risma Revisi Perwali

  • Whatsapp
revisi perwali
Demo para pekerja seni dan RHU meminta Walikota Risma segera merevisi Perwali 33 tahun 2020, khususnya pasal 20 ayat (1) dan (2) tentang larangan rekreasi hiburan umum di Surabaya beroperasi, dan pasal 25 terkait jam malam. (istimewa)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Ratusan pekerja seni dan rekreasi hiburan umum (RHU) berunjuk rasa di Kantor Pemerintah Kota Surabaya, Senin (3/8/2020).

Mereka meminta agar Walikota Surabaya Tri Rismaharini merevisi Perwali 33 tahun 2020, khususnya pasal 20 ayat (1) dan (2) tentang larangan rekreasi hiburan umum di Surabaya beroperasi, dan pasal 25 terkait jam malam.

"
"

Baca Juga

"
"

Pengunjuk rasa menyebut aksinya adalah demo tangguh karena memakai protokol kesehatan. Selain orasi mereka membeber spanduk bernada protes dan sindiran.

BACA JUGA: Pekerja Hiburan Malam Surabaya Desak Pemkot Agar Bisa Buka Hari Ini

Antara lain, “Gak Murel gak Mbadok!!” , “kos kostan, susu anak, mangan, sing mbayari duduk pemerintah”.

Mirza Azizah salah satu peserta aksi menyatakan, akibat diterbitkanya Perwali 33 tahun 2020, dirinya sudah tidak bisa mencari nafkah buat keluarganya.

Ia mengaku bahwa sudah hampir enam bulan ini tidak memiliki penghasilan lantaran tempat rekreasi hiburan umum tempatnya bekerja tidak beroperasional lagi selama ini.

“Saya minta Bu Walikota segera mencabut Perwali 33, karena kami ini kebanyakan janda jadi harus mencari nafkah untuk keluarga kami,” ucap Mirza.

Hal senada juga disampaikan oleh salah satu LC di RHU Surabaya sebut saja Ria. Dalam orasinya, Ria meminta agar Walikota Surabaya segera mencabut perwali 33 tahun 2020.

Dengan terbitnya Perwali 33 tahun 2020, dirinya dan seluruh LC di RHU sudah tidak bisa bekerja.

“Bu Risma tolong Perwali 33 2020 dicabut. Bu Risma tolong cabut perwali 33. Saya mewakili seluruh LC di RHU Surabaya meminta sekali lagi kepada Bu Risma agar mencabut perwali 33,” teriaknya.

Sementara itu, Nurdin Longgari Ketua Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila Surabaya menyatakan bahwa Perwali 33 tahun 2020, khususnya pasal 20 sangat merugikan bagi para pekerja RHU.

Karena menurut Nurdin, sejak diterbitkanya Perwali 33 tahun 2020 para pekerja seni dan RHU otomatis tidak bisa menghidupi keluarganya karena tempatnya bekerja tidak dibolehkan beroperasi.

“Perwali 33 ini sangat merugikan kami para pekerja seni dan RHU, jadi saya minta agar Perwali 33 ini segera direvisi,” jelas Nurdin.

Dikatakan Nurdin, sejak pandemi Covid-19, para pekerja seni dan RHU sudah tidak bisa bekerja lagi.

Sempat Beroprasi Sebelum Ada Perwali

Para pekerja seni dan RHU sempat mulai beroperasi ketika Walikota Surabaya menerbitkan Perwali 28 tahun 2020.

Namun, baru 15 hari terbit Perwali 28, tiba-tiba Risma menerbitkan lagi Perwali 33 tahun 2020. Ironisnya di Pasal 20 ayat (1) kata dia tempat RHU selain destinasi pariwisata, arena permainan, salon, barber shop dan gelanggang olahraga kecuali kolam renang, lapangan futsal, dan lapangan voli dilarang beroperasi.

“Kami ini sudah hampir enam bulan tidak bekerja, kalau memang RHU tidak dibolehkan buka, lalu kenapa hotel, rumah makan yang menyediakan live musik masih bisa buka. Dimana letak keadilan bagi kami para pekerja seni dan RHU. Jadi kami minta Bu Risma segera merevisi Perwali 33 tahun 2020,” ungkap Nurdin.

Nurdin berharap, di akhir masa jabatan Tri Rismaharini sebagai Walikota Surabaya agar memberikan kenangan indah bagi para pekerja seni dan RHU. Dengan segera merevisi Perwali 33 yang dirasa sangat merugikan para pekerja seni dan RHU di kota Surabaya.

“Menjelang akhir masa jabatan Bu Risma kami minta berikan kami kenangan indah dengan merevisi Perwali 33. Jangan hanya meninggalkan kenangan taman aja yang indah pada warga Surabaya,” ucap Nurdin.

Ditanya terkait tindakan yang dilakukan Badan Buruh dan Pekerja Pemuda Pancasila Surabaya jika tuntutan revisi Perwali 33 tahun 2020 tidak terealisasi, Nurdin menyatakan bahwa akan terus melakukan aksi damai tangguh. Sampai tuntutan mereka dapat terwujud.

“Jika tuntutan kami tidak terealisasi maka kami akan terus melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak lagi,” ujar Nurdin.(ric/lna)

Post Terkait

banner 468x60