Pedas! Harga Cabai Rawit di Probolinggo Tembus Rp 90 Ribu per Kg

  • Whatsapp
harga cabai
Harga Cabai Rawit Merah di Kota Probolinggo kian naik. Bahkan, sampai tembus harga Rp 90 ribu per Kilogram (NusaDaily.com/Rahmad Soleh)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – PROBOLINGGO – Beberapa hari terakhir harga cabai rawit merah di Kota Probolinggo benar-benar pedas. Bahkan, hari ini di Pasar Baru, harganya sampai tembus Rp 90 ribu/ kilogram.

Pantauan NusaDaily.com pada Senin, 15 Februari 2021, pedagang cabai di Pasar Baru Jalan Panglima Sudirman beroperasi seperti biasa. Namun, beberapa pelanggan urung beli karena harga mahal.

Baca Juga

BACA JUGA: Kenaikan Cukai Rokok dan Harga Cabai Jadi Pendorong Inflasi

Hal itu, disampaikan pedagang cabai Suliana pada awak media. Ia menyebut, harga cabai rawit merah saat ini tembus Rp 90 ribu/ kilogram.

“Harganya sudah 90 ribu rupiah per kilogram, sudah beberapa hari ini baik terus. Kemarin-kemarin 40 ribu terus naik sampai saat ini,”ucap warga Kelurahan Jrebeng Wetan,  Kecamatan Kedopok ini.

Ia sendiri tak tahu pasti, apa penyebab baiknya harga cabai rawit. Hanya saja, ia yang biasa kulak dari Surabaya, stoknya menipis.

Hal senada, disampaikan Vivi pedagang cabai asal Kelurahan Kanigaran ini. Ia memperkirakan jika naiknya harga cabai, karena musim panen masuki tahap akhir.

“Biasanya mulai akhir panen Mas, makanya stok nya minim. Belum lagi kalau musim hujan kondisi cabai kurang maksimal bisa jadi itu yang bikin baik harganya,” jelasnya.

Ia pun berharap, harga bisa berangsur normal. Sebab, ia khawatir jika banyak pembeli yang kemudian urung membeli karena cabai rawit merah harganya terlalu mahal.

Faktor Cuaca Pemicu Harga Cabai Naik

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo, Fitriawati membenarkan jika harga cabai rawit kian naik. Faktor cuaca, jadi pengaruh minimnya stok cabai.

BACA JUGA: Harga Jual Cabai Melambung, Petani Resah Serangan Hama Tikus

“Informasinya karena faktor cuaca, yang bikin gagal panen sehingga stok cabai rawit minim. Kalau soal stok ranahnya Dinas Pertanian. Namun soal harga akan kami pantau terus,”ucap Fitri.

Namun demikian, DKUPP akan melaksanakan pemantauan di pasar, mencegah terjadinya praktek-praktek yang menyebabkan ketidakwajaran harga seperti penimbunan dan lainnya. (ras/lna)