Pasien PMI di RSLI: 63 Sembuh, 56 Masih Dirawat

  • Whatsapp
pasien rsli
Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI). (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Paska liburan Idul Fitri 1442 H, trend pasien Covid-19 naik. Yang ditangani Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) masih ada 56 yang dirawat, 63 dinyatakan sembuh.

Penanggungjawab RSLI, Laksamana Pertama dr. IDG Nalendra DI, Sp.B,Sp.BTKV menjelaskan kronologi masuknya PMI sejak 28 April hingga 30 Mei 2021 tercatat ada 11.350 orang.

Read More

Yang masuk ke Jawa Timur, 126 dinyatakan Positif Covid-19 dan dirujuk ke RSLI. Mereka asal PMI dari Malaysia (96), Singapura (17), Hongkong(5), Brunei (3), Jepang (3), dan Belanda (2).

Sesuai tupoksi Satgas Penanganan PMI oleh RSLI, dilakukan penanganan, perawatan dan isolasi pada pasien Covid-19 PMI itu.

Mereka diambil sampel specimen untuk diuji di Laboratorim ITD (belakang Kampus C Unair) dan ke Balitbangkes Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait perkembangan varian baru Covid-19.

Ada 48 sampel yang dikirimkan dan masih menunggu hasilnya. Sedangkan dari sampel yang dikirimkan KKP ke Balitbangkes, hingga kini baru dua sampel yang terkonfirmasi varian baru covid-19 yakni B.117 (Strain Inggris) dan B.1351 (strain Afrika Selatan).

Kedua pasien varian baru tersebut sudah dirawat dan dinyatakan sembuh oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) RSLI dan bisa melanjutkan isoman di rumah.

Hingga hari ini, melalui monitoring dan assesment yang ketat pada semua pasien, 67 pasien PMI telah KRS (Keluar Rumah Sakit) terdiri dari 38 laki-laki dan 29 perempuan. Sedangkan yang masih dirawat sejumlah 59 pasien PMI (laki-laki 28, perempuan 31). Sesuai ketentuan Kemenkes, PMI harus menjalani isolasi dan penyembuhan minimal 14 hari serta konfirmasi 2x negatif swab PCR untuk kriteria kesembuhan.

Jumlah pasien PMI yang masih terus mengalir (diperkirakan gelombang PMI ke Jawa Timur hingga Juli 2021 dan jumlahnya bisa lebih dari 18.000 orang), maka dr. Nalendra mengingatkan untuk tetap waspada.

Untuk pemerintah memutus penyebaran Covid-19 termasuk varian baru di Indonesia. Malaysia mulai hari ini lockdown hingga tanggal 14 karena penyebaran Covid yang meningkat sangat tajam.

“Kita harus tetap waspada dan mengantisipasi sejak dini jangan sampai kasus di Malaysia terjadi di Indonesia,” tegas dr. Nalendra.

Pasien RSLI Naik 250 Persen

Per 31 Mei 2021 RSLI total masih merawat 101 orang pasien Covid-19 yang terdiri dari 59 orang pasien PMI dan 42 pasien umum (lokal).

Dari data relawan pendamping PPKPC-RSLI, seminggu sebelum lebaran/Idul Fitri, jumlah hunian rata-rata pasien umum sejumlah 18 orang. Pada pekan pertama lebaran sempat turun menjadi rata-rata 13 orang. Namun meningkat lagi pada pekan kedua pasca-lebaran menjadi 23 orang, dan naik lagi menjadi 34 orang rata-rata pada pekan ketiga pasca-lebaran.

“Berarti di RSLI telah mengalami kenaikan 250 persen dibandingkan pekan pertama lebaran,” ujarnya lagi.

Mengacu data kenaikan jumlah pasien di RSLI pasca-lebaran yang persentasenya sudah 250 persen ini hendaknya menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih waspada.

“Intinya tetap menjalankan protokol kesehatan, utamanya 5M serta melakukan upaya menjaga dan meningkatkan imunitas,” tukasnya.

Radian Jadid, Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19 RSLI menyampaikan data menarik. Di RSLI telah merawat 7455 orang dan 7081 orang sudah disembuhkan.

Hingga hari ini RSLI masih merawat 101 orang pasien covid-19 (59 PMI dan 42 umum), dan sudah mulai ada inden pasien 3 orang.

Kata dia sejumlah pasien yang masuk memang berasal dari para ART (Asisten Rumah Tangga) yang kembali ke majikannya di Surabaya ditest swab PCR dan ternyata terkonfirmasi positif Covid-19.

“Juga masih adanya klaster keluarga, serta tempat kerja (perusahaan/industri), dan riwayat perjalanan luar kota/daerah,” bebernya.(ima/lna)