Pasien Covid-19 di RSLI Membludak, BNPB Cek Kesiapan

  • Whatsapp
pasien rsli
RSLI Surabaya. (istimewa)

NUSADAILY.COM – SURABAYA – Gelombang kiriman pasien dari klaster Madura, yakni kasus Bangkalan dan hasil penyekatan Suramadu, terus mengalir deras. Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) selaku rumah sakit penyangga untuk pasien Covid-19 tetap menjaga performa untuk memberikan layanan yang maksimal.

Penanggungjawab Rumah Sakit Lapangan Indrapura, Laksamana Pertama TNI dr. I Dewa Gede Nalendra Djaya Iswara, Sp.B., Sp. BTKV. menjelaskan dari kapasitas 400 bed, saat ini sudah terisi 324 pasien.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: RSLI Surabaya Tangani Pasien Covid-19 Hasil Penyekatan Suramadu

Untuk itu pihak RSLI sudah mempersiapkan diri untuk penambahan bed dan personel tenaga kesehatan. Dalam waktu dekat akan diupayakan penambahan dokter dan perawat yang kemungkinan besar dari TNI karena urgen dan mendesak.

Juga akan segera diupayakan penambahan bed untuk mengantisipasi bertambahnya pasien secara signifikan, terutama dari klaster Madura.

Kondisi saat ini sudah 324 pasien yang dirawat di RSLI, terdiri pasien Pekerja Migran Indonesia (PMI) 80 orang, pasien klaster pondok 14 orang, pasien dari klaster madura 145 orang dan pasien umum 85 orang.

Untuk klaster pondok mereka semunya masih muda berusia di bawah 24 tahun dan semuanya pada kondisi CT Value dibawah 25.

Sedangkan untuk klaster Madura, dari149 pasien yang masuk, 137 diantaranya nilai CT Value di bawah 25.

“Jadi dapat dikatakan hampir 92 persen berada pada kondisi yang sangat infeksius dan berpotensi menular. Sementara masih puluhan orang penderita Covid-19 yang masuk daftar antri masuk (inden) ke RSLI,” ujarnya.

Radian Jadid, Ketua Pelaksana Program Pendampingan Keluarga Pasien Covid-19RSLI menyatakan bahwa para relawan terus melakukan pendampingan seklaigus pendalaman kondisipasien yang masuk, terutama dari klaster Madura.

Mereka yang berasal dari hasil penyekatan Suramadu mengalami beberapa kendala, diantaranya minimnya pakaian dan peralatan sehari-hari, karena tidak menyangka akan masuk RSLI.

Untuk itu relawan pendamping tanggap dan mengupayakan dari berbagai sumber untuk memberikan dukungan logistik berupa pakaian, peralatan mandi, sandal dan kebutuhan untukmenjalani masa isolasi dan penyembuhan di RSLI. Para pasien sangat senang atas bantuan yang telah digalang dan diberikan oleh relawan.

Apresiasi Khusus dari BNPB

Kondisi itu, RSLI mendapatkan apresiasi khusus dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sekaligus Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Letjen TNI Ganip Warsito SE., MM saat pengecekan kesiapan RSLI.

Letjen Ganip juga memberi semangat kepada RSLI yang telah berjibaku sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

Semua tenaga kesehatan, para relawan dan semua pihak yang bertugas di rumah sakit harus tetap menjaga kesehatan, keamanan dan keselamatan masing-masing sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik buat para pasien.

“Tetap semangat dan jangan lelah mengabdi untuk bangsa,” tukas Ganip.

Dengan naiknya angka Covid-19 di Jawa Timur serta adanya kasus Covid-19 di Bangkalan, Ganip berharap RSLI terus dilanjutkan beroperasinya untuk mengatasi masalah tersebut.

BACA JUGA: Plh Sekdaprov Heru dan Kepala BNPB Apresiasi Kinerja RS Lapangan Ijen Boulevard Malang

Ganip juga memberikan pujian dan menyampaikan terimakasihnya kepada para relawan pendamping atas dedikasinya selama satu tahun sudah membantu RSLI menangani dan menyembuhkan para pasien.

Dia juga menyambut baik dan memenuhi ajakan relawan pendamping untuk foto bersama sesaat sebelum meninggalkan RSLI.

“Kalian tetap terus jadi Relawan ya, bantu rumah sakit melayan ipasien covid-19 hingga tuntas,” pungkas Ganip.(ima/lna)