Parkir Gratis Jika Jukir Tak Memberi Karcis

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM-KOTA BATU- Dishub Kota Batu mengambil kebijakan untuk menggratiskan parkir. Kebijakan itu ditujukan kepada pengguna jasa parkir yang tak diberi karcis oleh jukir.

Baca Juga

Kepala Dishub Kota Batu, Imam Suryono mengatakan, pihaknya sedang membahas kebijakan itu. Sebagai upaya untuk mengantisipasi uang retribusi parkir masuk ke kantong pribadi. Karena selama ini, hingga semester pertama, perolehan retribusi parkir masih terhimpun 1,6 persen atau sekitar Rp 139 juta.

Padahal target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp 8,5 miliar secara bruto. Pembagiannya 60 persen diberikan kepada jukir dan 40 persen masuk ke kas daerah. Terhitung ada sekitar 430 jukir di Kota Batu yang di antaranya 384 ber-KTA. Serta terdapat 231 parkir yang telah terdaftar dan akan ada penambahan 50 titik parkir baru.

Imam mengatakan, parkir gratis jika tak diberi karcis, sebuah bentuk stimulus sehingga diharapkan nantinya jukir lebih tertib dengan memberikan karcis. “Sudah saya sampaikan ke Komisi C, kalau bisa parkir gratis jika tidak diberi karcis. Kami juga akan pasang papan pengumuman berisi kontak pengaduan di titik parkir,” imbuh mantan Plt Kepala Disparta itu.

Kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir tepi jalan ditengarai salah satunya karena jukir tidak memberikan karcis kepada pelanggan. Padahal, sesuai peraturan, perhitungan perolehan dihitung dari jumlah karcis yang disobek. “Saya sudah melihat sendiri. Saya juga sudah mencoba sendiri, langsung parkir. Memang sebagian besar jukir tidak memberikan karcis,” katanya.

Ada Ratusan Titik Parkir

Ada ratusan titik parkir di Kota Batu. Setiap titik telah dikaji untuk mengetahui potensi pendapatannya sehingga Dishub Batu berani menargetkan pendapatan hingga Rp 8.5 M pada 2021. Pada kenyataannya, hingga pertengahan tahun ini, pendapatan yang diperoleh belum mencapai 2 persen. Hal itu menjadi tanda tanya berbagai pihak. Kinerja Dishub disorot, terutama di bidang parkir.

“Kan, ada potensinya titik parkir itu. Kalau tidak dihitung begitu terus nanti, seenaknya. Kan, teman-teman tahu. Kalau jauh dari target, akan ada pertanyaan kenapa begitu. Jadi harus hati-hati,” kata Imam.

Anggota Komisi C, Didik Machmud merasa heran target PAD dari parkir begitu jauh dari harapan. Sekadar informasi, realisasi target Rp 8.5 miliar hanya bisa menyentuh di angka Rp 139 juta hingga pertengahan tahun ini.

“Sebetulnya bisa tercapai asalkan Dishub bertindak tegas. Adanya alasan tidak tercapainya target karena pengawas di Dishub kurang, kalau begitu ya ditambah saja personilnya. Misal butuh anggaran untuk uang lembur ya bisa kami setujui, asal kerjanya benar,” kata Didik.

Didik mengaku sering mendapatkan aduan dari masyarakat mengenai persoalan parkir. Mulai dari tarif parkir hingga pelayanan terhadap pelanggan. Menurut Didik, alasan kurangnya petugas Dishub tidak bisa dijadikan alasan sehingga kerja kedinasan loyo.

“Petugas yang sedikit bukan alasan, itu tantangan yang harus dihadapi. Kalau kurang ya ditambah, kalau minta anggaran untuk uang lembur, akan kami tambah tapi kerja yang bener. Kalau kerjanya benar, saya yakin terpenuhi,” tegasnya.(wok/aka)