Pariwisata Meredup, Target PAD Banyuwangi Turun 15 Persen

  • Whatsapp
PAD banyuwangi
Rapat Komisi III DPRD Banyuwangi bersama Bapenda. (ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Pandemi COVID-19 tidak hanya berdampak pada menurunnya perekonomian masyarakat. Pandemi rupanya juga berimbas pada target pendapatan asli daerah (PAD) Banyuwangi.

Berdasarkan hasil rapat kerja Komisi III DPRD Banyuwangi bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), proyeksi Tahun 2020 mengalami penurunan hingga 15 persen. 

Baca Juga

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi, Alief Rachman Kartiono menyampaikan semula target PAD yang diproyeksikan pada APBD 2020 mencapai angka Rp 595 Miliar. “Sejauh ini realisasinya sudah mencapai 55 persen,” katanya.

Namun dalam Kebijakan Umum Perubahan Anggaran – Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) R-APDB Perubahan 2020, angka tersebut berkurang menjadi Rp 505 Miliar saja. Mengalami penurunan hingga Rp 90 Miliar atau 15 persen.

BACA JUGA: Imbas Corona, Target PAD Rp 3,4 Miliar dari Sektor Wisata Probolinggo Bakal Tak Terpenuhi

“Jika kita lihat di interline, sebenarnya capaian PAD kita masih bagus. Karena Bupati Banyuwangi menjadikan pariwisata sebagai trigger untuk mendukung sektor unggulan yang lain seperti pertanian dan UMKM,” ujar Alief.

Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 saat ini tidak bisa di prediksi. Pada masa transisi normal baru ini semestinya PAD akan stabil. Bahkan cenderung akan mengalami peningkatan. 

Namun diluar dugaan, Banyuwangi kembali menjadi zona merah, sehingga sektor pariwisata kembali meredup. Wisatawan yang berencana berkunjung ke Bumi Blambangan akhirnya mengurungkan niatnya. 

Kondisi ini juga akan berdampak terhadap banyak sektor penunjang PAD. “Mudah-mudahan saja dengan penanganan yang baik, kurva Covid-19 ini bisa menurun. Sehingga sektor pariwisata kembali bergairah dan berdampak baik pada PAD kita,” katanya.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Banyuwangi, Emy Wahyuni Dwi Lestari mengaku khawatir dengan penurunan proyeksi PAD tersebut. “Tentu ini dapat berpengaruh terhadap rencana belanja yang sebelumnya telah direncanakan,” katanya.

BACA JUGA: Target PAD di Blitar Turun Rp 39 Miliar

Menurut politisi yang akrab dipanggil Emy ini, pada triwulan kedua tahun 2020 lalu, Komisi III optimis dengan penerimaan PAD yang cenderung stabil. Seiring berjalannya waktu, rupanya pandemi Covid-19 di Banyuwangi menunjukkan peningkatan yang sangat drastis. 

Tentunya ini sangat mempengaruhi terhadap penerimaan PAD. “Kemarin PAD kita sudah mencapai 200 miliar lebih. Sekarang capaian masih di angka 300 miliaran. Untuk itu, kita mengubah program belanja daerah dalam perubahan APBD tahun 2020,” jelasnya.

Untuk itu, DPRD Banyuwangi akan terus mendorong eksekutif tetap semangat dalam mengoptimalkan PAD hingga akhir tahun anggaran. Hasilnya nanti akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Khususnya dalam penanganan Covid-19 saat ini. (ozi/lna)