Pandemi, Pengusaha Travel Banting Setir Budidaya Anggrek 

  • Whatsapp
Bupati Anas saat mengunjungi tempat budidaya anggrek milik Rohimah
banner 468x60

NUSADAILY.COM – BANYUWANGI – Apa yang dilakukan Rohimah (45), patut menjadi inspirasi. Sempat kolaps lantaran usaha Travel nya gulung tikar akibat diterjang pandemi Covid-19, warga Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu ini tak putus asa untuk bangkit dari keterpurukan.

Rohimah memilih banting setir dan berinovasi dengan membuka budidaya tanaman hias anggrek. Bahkan usaha barunya ini juga memberikan manfaat kepada sesamanya, karena melibatkan warga sekitar.

Baca Juga

Usaha travel yang selama ini digeluti Rohimah bersama keluarganya, jatuh terpuruk saat pandemi tiba. Yang biasanya melayani orderan wisata manca negara, kini usahanya mandeg.

BACA JUGA: Kukuhkan Pengurus DPC, NasDem Kota Probolinggo Target Menang Pemilu 2024

“Kami sebenarnya yakin, bahwa jasa travel suatu saat akan pulih kembali, namun kan roda ekonomi keluarga harus terus berjalan. Maka, kami berputar otak mencari peluang lain,” jelas dia. 

Mereka pun lalu menjajal pembudidayaan anggrek. Selain karena penggemar anggrek, Rohimah melihat kondisi pandemi yang membuat orang harus banyak tinggal di rumah menjadikan berkebun sebagai salah satu cara orang untuk membunuh waktu luangnya.

“Membudidayakan Anggrek jadi pilhan kami. Selain tanaman yang sedang dicari orang, saya pikir tanaman yang berbunga pasti akan lebih diminati orang. Berbekal hobi merawat anggrek, kami pun lalu bertekad mulai menekuni ini sejak Juni 2020 lalu,” kata dia.

Pilihan Rohimah untuk budidaya anggrek sangatlah tepat. Rumahnya yang berada di kaki Gunung Raung sangat cocok untuk tumbuh kembang tanaman anggrek. Apalagi, Rohimah bersama keluarganya memiliki lahan yang luas di daerah tersebut.

Sejak Juni 2020 mulailah mereka melakukan usaha pembudidayaan. Berbagai jenis Anggrek mulai dikembangkan, seperti dendro, catleya, bulan, tanah dan panda. Juga dikembangkan budidaya anggrek hutan endemis Raung yang jumlahnya mencapai 27 spesies.

Meskipun baru dimulai, namun sudah banyak konsumen yang tertarik dengan angrek-anggreknya. Ada yang membeli bibit hingga yang sudah berbunga. Mereka juga datang dari Lombok, Surabaya dan Jakarta.

Dalam pembudidayaan ini, Rohimah memberdayakan warga sekitar lewat proses pembibitan. Warga dilibatkan untuk perawatan dan pembesaran bibit dalam pot, yang jumlahnya mencapai ribuan pot.

“Kami menitipkan ke warga sekitar untuk pembesaran bibit, nanti kami berikan upah pembesarannya. Mereka juga kami beri kesempatan untuk ikut menjual tanaman anggrek yang ada disini,” terangnya.

Pengembangan varietas anggrek

Saat ini, kata dia, mereka dibantu laboratorium dari Malang untuk pengembangan varietas anggrek. Menurutnya, ini diperlukan, karena ked depan mereka tidak sekedar melakukan budidaya, namun tempat ini juga akan menjadi pusat edukasi anggrek yang bisa memberikan pengetahuan dan pelatihan budidaya.

“Harapan kami, disini  jadi tempat rehabilitasi tanaman anggrek hingga menjadi museum anggrek spesies Raung,” cetusnya.

Ke depan Rohimah memiliki impian untuk menjadikan desanya sebagai kampung anggrek. Dimana setiap rumah bisa menjadi pembudidaya anggrek dan menjulanya kepada konsumen.

BACA JUGA: Benarkah Raja Sargon dari Akkad, Raja Pertama di Dunia? Ini Penjelasannya

“Harapan kami kampung kami ini bisa menjadi sentra anggrek yang menjadi jujugan orang dari manapun untuk mencari anggrek. Sehingga kami semua bisa maju dan sejahtera bersama,” ungkapnya.

Bupati Abdullah Azwar Anas berkesempatan menengok area pembudidayaan anggrek mereka di desa Jambewangi Kecamatan Sempu. Dia mengapresiasi kepada Rohimah keluarga yang tidak menyerah dengan keadaan. Justru mampu berinovasi melalui potensi yang dimilikinya hingga menjadi sumber ekonomi.

“Bu Rohimah ini contoh pelaku usaha yang gigih dan mampu beradaptasi dengan keadaan. Sangat inspiratif untuk ditiru oleh pelaku usaha lainnya yang terdampak pandemi,” ujar Anas.

Anas pun meminta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi untuk terus melakukan pendampingan. “DInas Pertanian tolong memfasilitasi apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka. Terutama pemasaran produknya,” tutup Bupati Banyuwangi dua periode ini. (ozi)

Post Terkait

banner 468x60