Pandemi Covid-19, Semangat Pendidikan Harus Menggelora

  • Whatsapp
suryadi
Suryadi, Anggota DPRD Kota Malang
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MALANG – Semangat Hari Pendidikan Nasional tetap harus menggelora dan ada pada benak setiap perangkat. Sekalipun Indonesia dan seluruh dunia sedang mengadapi Pandemi Covid-19, namun semangat tetap harus ada demi mencerdaskan anak bangsa.

‘’Kita semua sedang menghadapi pandemi Covid-19. Namun semangat Hari Pendidikan Nasional tetap harus menggelora. Semua harus berjalan dengan cita-cita mencerdaskan akan bangsa,’’ ungkap Suryadi, anggota DPRD Kota Malang dilansir Nusadaily.com.

Baca Juga

Menurut politisi muda ini, mencerdaskan anak bangsa harus berjalan seperti yang dicita-citakan bersama. Itu karena anak Indonesia adalah harapan bangsa masa depan. Mereka adala sosok yang menjadi gayung bangsa untuk mengarungi pulau kehidupan.

Pendidikan dan Pandemi Covid-19 bagian dari salah satu bentuk upaya menuju peremajaan alam. Keduanya menjadi tantangan dalam mencerdaskan anak bangsa.  Pendidikan juga upaya membentuk insan akademis, pencipta, pengabdi yang berpikir secara mandiri dan dapat bertanggungjawab atas terbentuknya masyarakat adil dan makmur dengan ridho Allah SWT.  

Sekretaris Fraksi Golkar, Nasdem dan PSI ini DPRD Kota Malang ini mencermati, pendidikan diharapkan dapat menciptakan kehidupan lebih baik serta bermanfaat bagi siapa saja. Keidupan lebi baik itu untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Setiap insan juga bisa berguna bagi bangsa dan peradaban manusia melalui pendidikan.

Peran penting pendidikan dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat tertuang dalam pembukaan Undang – Undang Dasar 1945. Para pendiri bangsa telah mencantumkan tujuan negara, salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hal ini juga dapat diperkuat dalam UUD 1945 yang menjelaskan, setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan. Negara memiliki kewajiban memenuhi pendidikan setiap warga negara guna mewujudkan tujuan nasional, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Anggota Komisi D DPRD Kota Malang ini mengatakan,  dalam menempa pendidikan, anak-anak bangsa tidak hanya sekadar membutuhkan lembaran ijazah dan tanda surat kelulusan dari sekolah. Tetapi lebih dari itu, anak-anak bangsa harus mendapatkan pencerdasan pola pikir terbentuk dan karakter kuat dan tangguh. Mereka kemudian tumbuh dan mandiri serta bertanggung jawab bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negaranya.

‘’Dengan begitu potret dunia pendidikan harus berkualitas, terjangkau, adil, merata. Semua itu harus terbungkus menjadi wajah pendidikan untuk semua lapisan masyarakat. Pendidikan harus mampu membentuk pola pikir, mental, karakter, berakhlakul karimah. Semua ituuntuk membentuk manusia-manusia Indonesia yang dapat berpikir mandiri, kritis, kreatif,  inovatif,  terampil dan mempunyai keinginan yang besar dalam belajar . Begitu lulus, para insan intelektual ini dapat berkarya besar dan berkarya nyata bagi pembangunan masyarakat, bangsa, dan Negara,’’ katanya.

Tak kalah penting, kata dia, potret dunia pendidikan proses pembelajaran tak hanya fokus pada objek yang dipelajari. Setiap pendidik bisa konsentrasi pada bagaimana berpikir dan berperilaku terhadap yang dipelajarinya. Hal ini berarti ranah pembelajaran tak hanya mencakup keahlian, juga bukan saja terhadap ilmu, tetapi juga mencakup pola pikir dalam menghadapi suatu permasalahan maka antara teori dan praktik berimbang.

Terbentuknya pola pikir unggul dalam menghadapi kompleksitas dan kerumitan yang muncul asa mendatang seperti hadirnya Pandemi Covid-19 ini, menjadi bekal dan kekuatan penting setiap individu. Selain itu, pola pikir positif merupakan syarat cukup agar seseorang memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Dia harus berperilaku baik. Ketika dihadapkan dalam proses pembelajaran apapun, pendidik sudah sanggup. Peserta didik juga sanggup menjalani, misalnya pembelajaran daring atau jarak jauh.

‘’Saya mengutip pernyataan Nelson Mandela, pendidikan merupakan senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia. Saya juga teringat pendapat Malcolm X, bahwa pendidikan merupakan paspor untuk masa depan, karena hari esok merupakan milik orang-orang yang mempersiapkan diri pada hari ini,’’ tegas legislator muda penuh harapan ini. (wan)