ORMAS Datangi Keuskupan Katedral Ijen Malang

  • Whatsapp
Organisasi Malang Bersatu (ORMAS) Malang menemui keuskupan Katedral Ijen Malang.
Organisasi Malang Bersatu (ORMAS) Malang menemui keuskupan Katedral Ijen Malang.
banner 468x60

NUSADAILY.COM-MALANG– Organisasi Malang Bersatu  (ORMAS)  Malang menemui keuskupan Katedral Ijen Malang. Organisasi ini menyampaikan pernyataan sikap terhadap pelaku bom di gereja Katedral Kota Makasar, Minggu 28 Maret 2021.


ORMAS menemui Keuskupan Katedral Kalang di Gereja Katedral St. Perawan Maria Gunung Karmel (Katedral Ijen) beserta 29 ormas di Malang Raya.Tujuan ORMAS mengunjungi Keuskupan Katedral Malang untuk menyampaikan rasa empati dan simpati terhadap kasus bom bunuh diri Makasar, Sulawesi Selatan. 

Baca Juga

Dalam penyampaian pernyataan sikap,  hadir puluhan organisasi pemuda di Kota Malang. Sebelum mereka membacakan pernyataan sikap, segenap organisasi beserta aparat yang hadir melaksanakan doa bersama yang dipimpin Uskup Katedral St. Perawan Maria. Mereka berdoa untuk korban bom di Makasar.

Isi pernyataan sikap yang digaungkan oleh Forum Gabungan Organisasi Masyarakat Malang Raya ada lima poin, yakni : 
1. Bersepakat bekerja sama untuk menjaga dan memelihara persaudaraan sejati antar anak bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

2. Bahwa kebebasan beragama, kebebasan berserikat dan berkumpul, kebebasan menyatakan pendapat serta bentuk-bentuk kebebasan lain sebagaimana dijamin oleh hak asasi manusia (HAM), serta peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia harus dijalankan berdasarkan prinsip-prinsip persamaan (equality), saling hormat menghormati, toleransi, bukan didasarkan pada rasa kebencian, dan permusuhan.

3. Mengutuk keras perbuatan dan/atau tindakan intoleran, radikalisme, fundamentalisme, terorisme, bom bunuh diri, dan semua bentuk derivasinya.

4. Mendorong seluruh anak bangsa untuk berdamai dan bahagia atas fakta serta realita, bahwa Indonesia adalah bangsa yang heterogen, plural, dan multikultural. Sikap damai itu harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan ketetanggaan kita masing-masing.

5. Mendukung pemerintah dalam menegakkan hukum serta peraturan perundangan yang berlaku atas berbagai bentuk tindakan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa secara adil, transparan, obyektif, dan bertanggung-jawab.

Dersi, Ketua Ormas Malang Bersatu menyampaikan tujuan mereka mengunjungi ke katedral keuskupan Ijen adalah menyampaikan pernyataan sikap simpati dan empati terhadap kasus pemboman yang terjadi di Kota Makasar dan mereka mengecam keras terkait kejadian pemboman yang terjadi di gereja katedral minggu kemarin. 

“Jadi kami dari organisasi Malang Bersatu mengajak ormas yang terdiri dari 29 ormas di Malang Raya. Kami menyampaikan rasa simpati dan empati kejadian pemboman yang terjadi di kota makassar hari minggu kemarin. Pelaku peledakan bom tidak mencerminkan agama manapun, dan bukan repersentasi dari agama manapun, kerena sebagai umat beragama kami tahu tidak ada agama di Indonesia yang mengajarkan kekerasan, kekejaman apa lagi sampai melakukan pemboman,” ungkapnya dilansir Nusadaily.com.

Darsi juga mengatakan pelaku bom yang terjadi di gereja katedral Makasar merupakan suatu hal yang tidak mencerminkan agama manapun dan bukan respentasi dari agama manapun.

“Pelaku pemboman yang terjadi gereja katedral di Makasar tidak mencerminkan agama manapun dan bukan respentasi dari agama manapun. Apa yang kami sampaikan diamini Keuskupan Katedral Ijen Malang,” ungkapnya. (nd1/wan)