Operasi Yustisi Penegak Disiplin Dinilai Memberatkan Masyarakat

  • Whatsapp
Tak pakai masker masyarakat dihukum bersihkan taman.
banner 468x60

NUSADAILY.COM- SUMENEP – Operasi Yustisi penegak disiplin Inpres Nomor 6 tahun 2020 di Sumenep Madura Jawa Timur dinilai memberatkan bagi masyarakat.

Baca Juga

Salah satu warga berinisial KM (40), yang terkena razia karena tidak patuh terhadap prokes covid-19 mengungkapkan keresahannya terhadap sanksi yang diberikan. Sebab, KM menilai pihaknya menyebutkan tidak ada sosialisasi ke masyarakat bawah.

“Saya kena teguran, sanksi bersih-bersih taman bunga (nyapu dan pungut sampah_red). Tapi tidak ada sosialisasi ke masyarakat bawah. Apa hanya saya yang tidak tahu bahwa telah dilakukan sosialisasi. Apa sosialisasinya yang dilakukan di per-Kotaan saja,” katanya. Rabu 16 September 2020.

Apalagi, lanjutnya, akan bertambah memberatkan jika Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 55 tahun 2020 terkait sanksi kepada warga yang melanggar protokol kesehatan covid-19. Bahkan, Ia berharap Perbub 55 tersebut tidak sampai diterapkan.

“Karena pengenaan denda sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat dalam kondisi seperti sekarang ini sangat menurun,” jelasnya.

Dikonfirmasi, Wakapolres Sumenep, Kompol Andi Febrianto Ali mengungkapkan, Pemkab Sumenep dalam hal ini Satpol PP sebagai leading sektor operasi Yustisi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat kepolisian, TNI sudah melakukan sosialisasi tersebut.

“Sosialisasi sudah kami lakukan sejak tanggal 13 Agustus 2020. Kami gencar melakukan sosialisasi sampai pelosok desa. Di sana sudah ada Pemdes, jika tidak tahu, tidak mungkin, aturan ini sudah nasional,” katanya.

Menurut Andi, penerapan sanksi berupa administrasi kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (prokes) belum diterapkan. Saat ini, lanjut Andi, maish tahap sanksi sosial berupa kerja sosial seperti menyapu dan memungut sampah.

“Masyarakat yang terkena pelanggaran hanya melakukan pembayaran biaya perkara saat sidang di tempat,” terangnya.

Sekedar informasi, bagi warga kabupaten Sumenep yang melanggar protokol kesehatan berupa tidak menggunakan masker akan dikenakan sanksi berupa kerja sosial membersihkan sarana fasilitas umum dan diberikan surat peringatan serta membayar biaya perkara sebesar Rp 2000. (nam/aka)

Post Terkait

banner 468x60