Normalisasi Aliran Air Harus Ditangani Lebih Dini

  • Whatsapp
kota batu
Masyarakat bersama personel TNI, Polri dan BPBD bergotongroyong mengeruk sedimentasi di Kali Paron, Dusun Beru, Desa Bumiaji, Kota Batu (Jum'at, 15/1).(ist)
banner 468x60

NUSADAILY.COM – KOTA BATU – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko meninjau aliran kali yang berada di Dusun Beru, Desa Bumiaji, Bumiaji, Kota Batu, Jum’at (15/1).

Sebelumnya, pada Minggu (10/1), aliran kali yang terletak di Dusun Beru meluap karena tak menampung air saat hujan deras mengguyur.

Read More

Luapan air juga menggerus plengesengan teknis pembatas sungai dengan dimensi panjang 2,4 meter, lebar 30 centimeter dan tinggi 95 centimeter.

Ambrolnya plengsengan itu membuat material lumpur yang terbawa arus menutup badan jalan bahkan masuk hingga ke pemukiman warga.

Usai meninjau lokasi pada Jum’at pagi (15/1), Dewanti mengatakan sedimentasi di aliran kali cukup tebal. Bahkan bongkahan batu berukuran cukup besar menghambat aliran air.

“Ya sangat membahayakan dan mengganggu sekali karena banjir. Batu-batunya menggunung,” kata Dewanti.

Sumbatan-sumbatan di aliran kali tersebut dibersihkan secara manual karena alat berat tak bisa menjangkau. Dan jikapun dibersihkan dengan alat berat harus diawali lebih dulu dengan membongkar jembatan beton. Namun tidak dobongkar karena akan menambah pekerjaan baru. Akhirnya diputuskan dikerjakan secara manual.

“Yang memungkinkan manual. Gotong royong bersama masyarakat membersihkan aliran kali. Endapannya dipindah ke atas,” urai Dewanti.

Saat mendatangi lokasi, Dewanti menilai masyarakat antusias saat bergotong royong membersihkan aliran kali. Pihaknya juga meminta bantuan kepada TNI/Polri untuk memberikan kontribusi tenaganya di area tersebut.

“Kami juga berkomunikasi dengan Kepala Dinas DPUPR agar segera cepat teratasi,” imbuh dia.

Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Batu, Didik Subiyanto berpendapat, peristiwa semacam itu bisa diminimalisir jika ada kesiapsiagaan di awal musim penghujan.

Antisipasi itu berupa langkah pengerukan sedimentasi dalam upaya normalisasi aliran air sehingga tak mengakibatkan sumbatan. Ia juga mengingatkan masyarakat, agar tak asal saja membuat pengecoran di area-area yang seharusnya berfungsi sebagai area resapan.

“Normalisasi ini seharusnya lebih dini ketika mengawali musim penghujan. Masyarakat juga harus sadar diri, jangan sedikit-sedikit main cor. Apalagi menjadikan aliran air sebagai tempat pembuangan sampah,” urai Ketua Fraksi PKB itu.(wok/lna)