Ning Ita Masuk 10 Nominasi Anugerah Kebudayaan PWI, Kembangkan Potensi Sejarah

  • Whatsapp
banner 468x60

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menghadiri Silaturahmi Virtual dan Undian Presentasi Calon Penerima Anugerah Kebudayaan PWI 2021, Senin, 11 Januari 2021.

Ning Ita sapaan akrabnya didampingi Kepala Dinas Pendidikan Amin Wachid, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gaguk Tri Prasetyo, Kepala Dinas Kepemudaan dan Pariwisata Novi Raharjo.

Baca Juga

Bahkan, Ketua PWI Kota Mojokerto Diak Eko Purwoto, Direktur Radar Mojokerto Muhammad Nur Kholis dan Maja FM Zacky Arisal hadir di Auditorium Soekarno, SMPN 2 Jalan Ahmad Yani Nomor 5, Kota Mojokerto.

Menurut Ning Ita sapaan akrabnya, masuknya Kota Mojokerto dalam nominasi penerima anugerah kebudayaan PWI tersebut menjadi semangat bagi kota terkecil di Indonesia ini, untuk terus mengembangkan potensi sejarah dan budaya yang ada.

Ia menjelaskan, ada beberapa peninggalan warisan budaya di Kota Mojokerto yang bisa menarik wisatawan.

“Auditorium Soekarno ini merupakan tempat dimana Ir. Soekarno sempat mengenyam pendidikan sewaktu tinggal di Kota Mojokerto. Ada juga Sekolah Rakyat (SR) pada jaman kolonial belanda, yang saat ini menjadi SDN Purwotengah,” ucapnya.

Selain itu, Ning Ita juga akan menjadikan warisan budaya sebagai prioritas pembangunan di Kota Mojokerto.

“Kami juga mengadakan lomba design batik khas Mojokerto, yang mana saat ini kami sudah memiliki 56 motif batik yang sudah dipatenkan,” pungkas Ning Ita.

Seperti yang diketahui Walikota Mojokerto Ning Ita masuk dalam 10 besar nominasi penerima anugerah kebudayaan PWI dalam rangka HPN 2021.

Silaturahmi yang dilakukan dengan aplikasi zoom meeting tersebut dihadiri oleh 10 calon penerima anugerah kebudayaan PWI Pusat 2021, Pengurus PWI Pusat, Dewan Pers, APKASI, APEKSI, tokoh – tokoh pers, tim juri, perwakilan wartawan pusat, serta perwakilan wartawan lokal dari 10 Daerah terkait.

Semenjak kepemimpinan Ning Ita, Kota Mojokerto mengembangkan dirinya sebagai salah satu kota seni budaya yang dilatar belakangi oleh sejarah Majapahit masa lampau.

Selain itu, Kota Mojokerto memiliki beberapa peninggalan jejak sejarah masa kolonial belanda yang memiliki nilai sejarah, salah satunya Sekolah rakyat (SR) yang saat ini telah berubah menjadi SDN Purwotengah dan sekolah Belanda Ongko Loro yang kini menjadi SMPN 2 Kota Mojokerto. (din/lna)