Selasa, Oktober 26, 2021
BerandaRegionalNekat Masuk Jalan Raya, Odong-odong Angkut Belasan Murid TK Diamankan

Nekat Masuk Jalan Raya, Odong-odong Angkut Belasan Murid TK Diamankan

- Advertisment -spot_img

NUSADAILY.COM – MOJOKERTO – Satu unit mobil odong-odong yang ditumpangi belasan murid Taman Kanak-kanak Hiyatul Muwafiq, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto diamankan petugas saat razia gabungan di Jalan Letkol Sumarjo, Kota Mojokerto, Kamis, 14 Oktober 2021.

Petugas gabungan dari Satlantas Polresta Mojokerto, Dishub Kota Mojokerto, dan PM Denpom V/2 melakukan pengamanan lantaran kendaraan tersebut nekat melintasi jalan raya.

Kasatlantas Polresta Mojokerto AKP Heru Sudjio Budi menjelaskan kendaraan jenis odong-odong yang biasa digunakan di kawasan wisata terjaring razia gabungan.

Pasalnya, odong-odong tersebut selain masuk di jalan raya tapi juga mengangkut belasan orang. Alasan lain, kendaraan jenis itu tak memenuhi standar kelayakan sebagai angkutan umum.

“Jadi memang sesuai peruntukannya odong-odong memang dilarang beroperasi di jalan raya dan jalan yang sifatnya dipergunakan untuk masyarakat. Kecuali tempat wisata dan itu sifatnya lokasi tertutup dan khusus pengunjung wisata saja,” ucap Heru.

Tak hanya itu, Heru menegaskan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan odong-odong. Baik pengendara, penumpang dan kendaraan lawan dipastikan tak akan tercover jasa raharja.

Jika Kecelakaan Tidak Ditanggung Jasa Raharja

“Kalau pun terjadi kecelakaan, penumpang maupun lawan laka itu tidak ditanggung asuransi jasa raharja. Mereka harus menanggung sendiri termasuk biaya pengobatan,” tuturnya.

Hal inilah yang juga menjadi pertimbangan pihak berwajib untuk menindak tegas kendaraan yang tak sesuai dengan spek dan dipergunakan untuk angkutan orang. Dengan pasal berlapis, yaitu pasal 288, pasal 285, dan pasal 280.

“Kita tidak berharap terjadi laka yang melibatkan odong-odong di wilayah hukum kita. Oleh sebab itu, kita melarang odong-odong beroperasi di jalan karena resikonya sangat besar dan dampak ke masyarakat sendiri,” katanya.

Petugas langsung melakukan penindakan. Dengan dikenakan tilang dan odong-odong berwarna merah ini diamankan ke Polresta Mojokerto.

“Jadi nanti setelah melakukan sidang di pengadilan, kalau memang mau diambil nanti dikembalikan utuh ke wujud asalnya. Lalu kalau tidak memiliki kelengkapan surat-surat, nanti bagaimananya menurut pengadilan apakah jadi milik negara,”

Untuk mengantisipasi kemungkinan odong-odong kembali beroperasi di jalan raya, pihaknya akan melakukan sosialisasi pemahaman terhadap sekolah-sekolah. Maupun pengendara odong-odong terkait bahaya penggunaan kendaraan tak sesuai spek di jalan raya.

“Kalau dibiarkan nanti mereka menganggap itu benar dan diizinkan beroperasi di jalan. Jadi kita harus memberikan pemahaman odong-odong dilarang operasi di jalan. Resiko juga besar sekali,” memungkasi.

Sementara, Mistakul, 55 tahun pengendara Odong-odong asal Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto mengaku salah. Sudah nekat mengendarai odong-odong dengan 19 penumpang yang didominasi anak-anak.

Dirinya terpaksa melaju di jalan protokol Kota Mojokerto yang cukup padat tersebut dikarenakan dipaksa pihak sekolah untuk mengantar ke satu restoran yang ada di kota.

“Saya tau salah Pak Polisi, ini tadi ibu-ibunya minta diantar makan. Jadi saya antarkan, soalnya dicarter. Maafkan Pak, saya janji gak mengulangi lagi,” harap Takul yang memperoleh uang sewa Rp100 ribu dari pihak sekolah.(din/aka)

- Advertisement -spot_img
Nusa Magz Edisi 46

BERITA POPULAR

- Advertisement -spot_img
@nusadaily.com

Istri Selingkuh, Suami Bawa Alat Berat Hancurkan Rumah😱##tiktokberita

♬ kau curangi cintaku - Milan indramayu