Muncul Komunitas Sholat dengan Bahasa Indonesia, MUI Tulungagung Gelar Rapat Internal

  • Whatsapp
banner 468x60

TULUNGAGUNG – Sejak beberapa hari terakhir ini warga Desa Panjerrejo Kecamatan Rejotangan resah. Itu terjadi setelah muncul aliran gerakan sholat menggunakan tambahan bahasa Indonesia di desa tersebut.

Kapolsek Rejotangan, Iptu Heri Poerwanto mengaku mendengar kabar tersebut, pihaknya juga telah memerintahkan anggotanya untuk mencari kebenaran informasi tentang kabar tersebut.

“Anggota sudah melakukan pendalaman, itu memang ada, tapi kita belum bisa memberikan penjelasan resmi,” ujarnya.

Selanjutnya pihaknya masih akan berkoordinasi dengan KUA setempat dan MUI mengenai temuan ini.

Hery mengaku belum bisa memberikan penjelasan resmi, sebab masih akan membahasnya dengan MUI, KUA dan Tokoh agama setempat.

“Nanti ya setelah hasil koordinasi dengan MUI, KUA dan lain lain, hasilnya akan kita sampaikan,” terangnya.

Sementara itu Selasa (24/11) malam ini Komite Dakwah Khusus (KDK) MUI Tulungagung masih menggelar rapat internal bersifat tertutup dan akan melaporkan hasilnya kepada Ketua MUI Tulungagung.

Kepada Nusadaily.com yang mencoba mengikuti proses rapat internal tersebut, Ketua KDK MUI, Haji Efendi Aris meminta agar Nusadaily.com menunggu hasil rilis resmi yang akan disampaikan langsung oleh Ketua MUI Tulungagung. (fim/aka).

Post Terkait

banner 468x60